Sumbang Devisa, Tambak Udang OKI Dipasok Listrik Andal

Selasa 17-02-2026,20:25 WIB
Reporter : Niskiah
Editor : Mahmud

Deru juga meminta dilakukan pendataan jumlah petambak dan luas lahan sebagai dasar perencanaan kebutuhan listrik. Selain itu, pembinaan teknis serta pengawasan mutu produksi dinilai penting untuk menjaga kualitas udang agar tetap berdaya saing di pasar ekspor.

Bupati OKI, H Muchendi Mahzareki, mengatakan kawasan tambak tersebut merupakan sisa aset PT Wahyuni Mandira yang kini dikelola masyarakat. Karena itu, dukungan infrastruktur dasar, terutama listrik, menjadi kebutuhan mendesak.

BACA JUGA:Stand Kecamatan Sungai Menang Pamerkan Dodol Kacang Ijo

BACA JUGA:Pemda OKI Bakal Turun ke Lokasi Sekolah di Kecamatan SP Padang Diduga Lahan Bersengketa

“Listrik yang andal dan peningkatan infrastruktur sangat dibutuhkan petambak untuk meningkatkan hasil produksi,” ujar Muchendi.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah pesisir di OKI seperti Tulung Selapan, Cengal, dan Sungai Menang masih menghadapi keterbatasan daya serta persoalan tegangan rendah. Bahkan, terdapat jaringan dan tiang listrik yang telah terpasang tetapi belum dialiri listrik.

“Kami berharap ada solusi konkret dari PLN agar potensi pesisir bisa berkembang optimal,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menyatakan PLN telah menyiapkan sembilan unit transformator untuk memperkuat pasokan listrik di sentra udang tersebut. 

BACA JUGA:Warga Pedamaran Datangi Kantor DPRD dan Pemda OKI, Ini Tuntutan yang Disampaikan

BACA JUGA:Jamin Karir ASN, Pemkab OKI Mantap Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Data

PLN juga membuka peluang pembangunan jaringan baru dengan estimasi investasi Rp 13 miliar hingga Rp 15 miliar guna mendukung pengembangan sektor perikanan dan kelautan di wilayah itu.

“Kami tidak hanya menyalurkan listrik, tetapi menghadirkan energi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. PLN siap mendukung pertumbuhan sektor perikanan di daerah ini,” ujar Adhi.

Perwakilan Perkumpulan Pertambakan Udang Wahyuni Mandira, Taufik Yusuf, menambahkan keterbatasan daya listrik kerap menyebabkan gangguan operasional tambak. 

Para petambak sebelumnya telah mengusulkan penambahan transformator serta pembangunan pos pelayanan PLN yang lebih dekat dengan lokasi tambak agar penanganan gangguan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

 

 

Kategori :