Askolani menambahkan potensi pengembangan komoditas pertanian baik padi dan jagung di Kabupaten Banyuasin memiliki Luas Baku Sawah seluas 189.345 Ha, terdiri dari potensi lahan lebak 24.935 Ha dan potensi lahan pasang surut 164.410 Ha.
BACA JUGA:Banyuasin Digadang-gadangkan Punya SPBU Pertanian Pertama di Indonesia
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Groundbreaking Pabrik Bioavtur di Banyuasin
"Untuk realisasi tanam pada Musim Tanam 2025 komoditas padi di Kabupaten Banyuasin 254.889 Ha, dengan produksi 674.918 Ton Beras," imbuhnya.
Itu membuat Kabupaten Surplus Beras sebanyak 598.218 Ton Beras berdasarkan rilis sementara dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
Angka sementara BPS Tahun 2025 Produksi Padi Gabah Kering Giling adalah 1.176.108 Ton GKG dari 3 Juta Ton Gabah Kering Giling yang diproduksi oleh Provinsi Sumatera Selatan dan sudah melampaui realisasi gabah tahun 2024 sebanyak 24 %.
"Ini merupakan angka yang sangat besar yang menempatkan Kabupaten Banyuasin sebagai penghasil gabah terbesar dan menjadikan Banyuasin sebagai lumbung pangan, " tuturnya.
Pada Tahun 2026, untuk mendukung program swasembada pangan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi, memprogramkan peningkatan produksi padi dengan sasaran luas tanam padi 268.543 Hektar.
Askolani juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada petani, seluruh Instansi terkait yang telah ikut membantu berupaya mendukung pencapaian target produksi khususnya produksi padi di Kabupaten Banyuasin.(qda)