Selain memeriksa melalui software, menjaga kesehatan baterai juga bergantung pada kebiasaan penggunaan. Hindari membiarkan laptop terus-menerus terhubung ke charger tanpa henti, karena meskipun teknologi modern sudah memiliki sistem proteksi, panas berlebih tetap bisa mempercepat degradasi.
Gunakan mode Battery Saver atau Balanced Mode saat tidak membutuhkan performa tinggi, karena ini mengurangi beban kerja baterai. Jangan biarkan baterai benar-benar kosong hingga 0% terlalu sering; lebih baik menjaga kisaran antara 20%–80% untuk memperpanjang umur pakai.
BACA JUGA:Cara Cek Kesehatan Baterai Laptop Terbaru 2026, Ini Tips Agar Awet Dipakai Seharian
Laptop keluaran terbaru bahkan memiliki fitur Smart Charging yang bisa diaktifkan agar pengisian berhenti di 80% saat digunakan untuk kerja harian, sehingga baterai tidak dipaksa penuh terus-menerus.
Lingkungan juga berpengaruh besar. Suhu ruangan yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat merusak sel baterai. Idealnya laptop digunakan di suhu sekitar 20–25°C.
Jika laptop sering dipakai untuk gaming atau pekerjaan berat, pastikan ventilasi udara bersih dan gunakan cooling pad bila perlu.
Panas yang berlebihan bukan hanya menurunkan performa, tetapi juga mempercepat kerusakan baterai. Membersihkan debu di kipas dan ventilasi secara rutin akan membantu menjaga suhu tetap stabil.
BACA JUGA:Samsung Galaxy A07 5G Resmi Hadir: Layar Lebih Baik, Baterai Lebih Besar, Harga Bersahabat
Dengan memadukan pemeriksaan software bawaan, aplikasi resmi produsen, serta kebiasaan penggunaan yang sehat, kesehatan baterai laptop terbaru 2026 bisa dipantau dengan baik dan umur pakainya lebih panjang.
Jadi, bukan hanya sekadar melihat angka persentase, tetapi juga memahami pola penggunaan sehari-hari yang memengaruhi daya tahan baterai.