PALEMBANG, SUMEKS.CO - Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Edward Candra membuka Rapat Konsultasi Tingkat Provinsi Sumsel terkait capaian dan tindak lanjut Program Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods (Land4Lives) di Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Grand Atyasa, Palembang, Rabu 4 Februari 2026.
Dalam arahannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada ICRAF Indonesia atas kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2021.
Sekda Sumsel menilai Program Land4Lives memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan bentang lahan, meningkatkan penghidupan masyarakat, serta mendorong praktik pembangunan yang inklusif, adaptif terhadap perubahan iklim, dan responsif gender.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ICRAF Indonesia atas kemitraan strategis yang telah terjalin sejak tahun 2021. Program Land4Lives telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan bentang lahan, meningkatkan penghidupan masyarakat, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Edward Candra.
BACA JUGA:Sekda Sumsel Edward Candra Tegaskan Komitmen Penguatan Tata Kelola Arsip Daerah
Sekda menegaskan bahwa implementasi Program Land4Lives telah memberikan manfaat besar bagi petani kecil, perempuan, serta kelompok masyarakat rentan lainnya. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan dan ramah lingkungan.
Memasuki tahun kelima pelaksanaan serta periode perpanjangan hingga Desember 2026, ia menilai Program Land4Lives berada pada momentum yang sangat strategis.
Arah dan capaian program ini selaras dengan kebijakan pembangunan nasional pasca-ditetapkannya RPJMN 2025–2029 dan RPPLH yang menekankan pertumbuhan ekonomi hijau dan biru serta keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah Provinsi Sumsel juga mencatat sejumlah capaian penting Program Land4Lives, di antaranya integrasi prinsip pertumbuhan hijau yang responsif gender ke dalam dokumen perencanaan daerah, penguatan kapasitas perencanaan berbasis data dan bukti, serta penerapan pengelolaan bentang lahan secara partisipatif.
BACA JUGA:Sekda Sumsel Buka Workshop Internasional Restorasi Gambut untuk Pembangunan Berkelanjutan
BACA JUGA:Sekda Sumsel Buka Workshop Internasional Restorasi Gambut untuk Pembangunan Berkelanjutan
Selain itu, program ini berhasil mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui penerapan pertanian cerdas iklim dan pengembangan kelompok usaha yang sebagian besar dikelola perempuan. Capaian tersebut dinilai sebagai modal penting bagi pembangunan daerah ke depan, bukan sekadar keberhasilan proyek semata.
“Rapat konsultasi ini menjadi ruang strategis untuk menyepakati strategi pengakhiran dan keberlanjutan program, memastikan proses phasing out dan phasing over berjalan dengan baik, serta menegaskan komitmen pemerintah daerah agar seluruh praktik baik yang telah dibangun dapat terus berlanjut setelah proyek berakhir,” tegas Sekda.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Provinsi Sumsel Doddy Eko Prasetyo dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada ICRAF Indonesia atas kerja sama yang telah terjalin selama ini.