SUMEKS.CO - Emas Antam kembali melemah signifikan hari ini. Harga jual emas batangan turun drastis sebesar Rp183.000 per gram, menandai koreksi tajam setelah sebelumnya.
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, mencatatkan penurunan harga yang sangat signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan informasi resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dibanderol sebesar Rp2.844.000 per gram setelah mengalami penurunan drastis hingga Rp183.000.
Koreksi tajam harga emas hari ini menjadi perhatian besar bagi para investor yang memantau pergerakan aset aman atau safe haven di tengah fluktuasi pasar global.
BACA JUGA:Nyamar Jadi Petugas PLN Nekat Garong 20 Suku Emas Senilai Rp220 Juta, Ario Terancam 5 Tahun Penjara
BACA JUGA:Milad ke-5, BSI Gelar 'Langkah Emas' Ajak Masyarakat Bangun Generasi Sehat dan Merdeka Finansial
Penurunan harga jual tersebut juga diikuti oleh merosotnya harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam yang kini berada di level Rp2.624.000 per gram.
Harga jual emas batangan turun drastis sebesar Rp183.000 per gram, menandai koreksi tajam setelah sebelumnya.--
Emas Antam Anjlok Drastis Hari Ini
Bagi masyarakat yang ingin memiliki pecahan lebih kecil, ukuran 0,5 gram hari ini dipatok seharga Rp1.472.000 sebagai pilihan investasi yang lebih terjangkau.
Sementara itu, untuk pecahan yang lebih besar seperti ukuran 10 gram dan 100 gram, masing-masing dihargai sebesar Rp27.935.000 dan Rp278.612.000 sebelum perhitungan pajak.
BACA JUGA:Meroketnya Harga Emas Sumbang Angka Inflasi Terbesar di Januari 2026
BACA JUGA:Rumah ASN di Ogan Ilir Dibobol Maling, Emas 23 Suku dan Uang Rp 20 Juta Berhasil Dibawa Kabur OTD
Tidak hanya di gerai Antam, harga emas di PT Pegadaian (Persero) juga terpantau kompak melemah untuk seluruh jenis produk yang tersedia di outlet.
Harga emas jenis Galeri 24 turun Rp33.000 menjadi Rp2.948.000 per gram, sementara emas produksi UBS dibanderol pada angka Rp2.963.000 per gram hari ini.
Penurunan ini merupakan respons dari dinamika ekonomi global yang sedang mengalami penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap mata uang lainnya.