Tenun Tuan: Dari Warisan Keluarga Menuju Asa Pelestarian Budaya Palembang

Selasa 03-02-2026,12:09 WIB
Editor : Julheri

Bertahan di Tengah Gelombang Perubahan

Sarifudin bercerita, pasar Tenun bisnisnya ini sempat menjangkau luar daerah seperti Bali melalui penjualan online. Namun saat pandemi covid-19 melanda, penjualan pun mengalami penurunan drastis.

“Periode 2018 hingga 2022 itu menjadi masa yang paling menantang dengan penurunan permintaan yang sangat signifikan. Akhirnya kami belajar membaca daya beli, dari situlah kami sadar bahwa kami harus beradaptasi,” kenangnya.

Perubahan strategi pun dilakukan, termasuk rebranding nama dan penguatan kerja sama dengan galeri seperti Raja Tenun, yang kini menjadi kanal utama penjualan. Mayoritas produk Tenun Tuan pun dipasarkan melalui galeri. 

BACA JUGA:Elegansi Herman Deru–Feby Deru Curi Perhatian di Panggung Swarna Songket Nusantara

BACA JUGA:Ketua Dekranasda Palembang Ajak Bangkitkan Kejayaan Songket Lewat Swarna Songket Nusantara 2025

“Makanya kami berubah nama menjadi Tenun Tuan pada 2024 lalu, dan benar saja, omset kami di tahun itu mencapai Rp500 juta,” jelasnya.

Produksi Mandiri dari Nol Jadi Keunikan Tenun Tuan

Sarifudin menjelaskan, keunikan Tenun Tuan terletak pada kemampuannya memproduksi kain sesuai permintaan masing-masing pembeli. Mulai dari motif, bahan baku hingga intensitas warna, seluruh prosesnya juga dikerjakan secara mandiri karena memiliki alat produksi sendiri yaitu ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).

“Kalau merek lain itukan bukan miliknya sendiri, karena pembuatan motifnya masih mengupah yang lain. Tapi kalau kami semua produksi dari nol sendiri,” imbuhnya.

Tidak banyak yang tahu bahwa pembuatan satu kain tenun melalui proses panjang. Benang terbagi menjadi dua jenis yaitu untuk kain dasar dan untuk motif. Proses finishing kain sendiri melalui lima tahapan, sementara pembuatan motif membutuhkan tujuh hingga delapan tahapan.

“Dari awal hingga akhir, proses finishing memakan waktu sekitar tiga minggu, sementara penyelesaian kain membutuhkan tambahan waktu sekitar dua hari. Dengan demikian, satu helai kain tenun membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan hingga siap digunakan,” tuturnya.

BACA JUGA:Ketua Dekranasda Palembang Ajak Bangkitkan Kejayaan Songket Lewat Swarna Songket Nusantara 2025

Kategori :