BACA JUGA:Jangan Dianggap Remeh, Berikut 5 Ciri CVT Motor Matic Harus Segera Diservis
- Downsize Roller yang Aman dan Efektif
Agar tetap irit tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara, penurunan berat roller idealnya dilakukan 0,5 hingga 1 gram dari standar pabrikan.
Contohnya, jika motor menggunakan roller standar 14 gram, maka penggantian ke 13 atau 13,5 gram sudah cukup memberikan efek positif.
Cara ini membuat akselerasi bawah terasa lebih ringan, namun RPM tetap stabil saat kecepatan konstan.
Selain itu, teknik kombinasi roller juga menjadi pilihan populer. Misalnya, mencampur tiga roller 12 gram dan tiga roller 13 gram sehingga menghasilkan bobot rata-rata 12,5 gram.
Metode ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi BBM.
- Hindari Roller Terlalu Ringan
Penggunaan roller yang terlalu ringan justru bisa berdampak negatif.
Ciri-cirinya antara lain RPM mesin tinggi namun kecepatan tidak bertambah signifikan, mesin terasa cepat panas, getaran muncul saat kecepatan stabil, hingga konsumsi BBM yang justru lebih boros.
Kondisi ini sering terjadi ketika pemilik motor tergoda menurunkan bobot roller hingga 2–3 gram dari standar.
Untuk pemakaian harian di dalam kota, terutama pada kecepatan 40–80 km/jam, penggunaan roller yang terlalu ringan tidak disarankan.
CVT standar dengan pengaturan roller yang tepat terbukti lebih efisien dibandingkan mengganti seluruh komponen CVT racing.
- Faktor Pendukung Agar Lebih Irit
Selain pengaturan roller CVT, ada beberapa faktor pendukung yang perlu diperhatikan agar penghematan BBM lebih optimal.
Pastikan kondisi kampas ganda masih tebal, mangkok CVT tidak licin, serta rumah CVT dalam kondisi bersih.