Kedua versi ini sama-sama menggunakan baterai 150 kWh. Angka tenaga tersebut jelas menempatkan Yangwang U7 di jajaran sedan listrik paling bertenaga di dunia, bahkan melampaui banyak supercar bermesin bensin.
Namun kekuatan bukan satu-satunya nilai jual.Jarak Tempuh Fantastis, Konsumsi Energi Irit.
Berdasarkan standar pengujian CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle), hasilnya benar-benar mencuri perhatian:
Varian 1.341 hp mampu menempuh jarak hingga 860 km dalam sekali pengisian
Varian 1.287 hp bahkan bisa melaju hingga 1.006 km
Angka ini menjadi luar biasa jika dikaitkan dengan konsumsi energi yang hanya 17,7 kWh per 100 km. Artinya, efisiensi mobil BYD Yangwang U7 meningkat sekitar 10 persen dibanding generasi sebelumnya.
BACA JUGA:BYD Bikin Peta Persaingan Mobil Listrik Indonesia Berubah Total
BACA JUGA:BYD Dituding Terima Subsidi “Gila-Gilaan” dari Pemerintah China, Demi Capai Sukses Global?
Yang lebih mengejutkan lagi, efisiensi tersebut dicapai meski bobot mobil bertambah sekitar 100 kg. Ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada sistem manajemen baterai, aerodinamika, serta efisiensi motor listrik.
Lebih Berat, Tapi Lebih Pintar. Secara logika, mobil yang lebih berat seharusnya lebih boros energi. Namun Yangwang U7 justru membuktikan sebaliknya. Hal ini mengindikasikan bahwa BYD kemungkinan melakukan optimalisasi besar-besaran, mulai dari:
Sistem pendinginan baterai generasi baru
Perangkat lunak pengelolaan energi yang lebih cerdas
Desain bodi dengan koefisien drag lebih rendah
Motor listrik dengan efisiensi tinggi. Pendekatan inilah yang membuat sedan Yangwang U7 ini tidak hanya kuat dan mewah, tetapi juga rasional untuk penggunaan jarak jauh.
Posisi Strategis di Pasar Sedan Mewah Listrik. Dengan spesifikasi tersebut, Yangwang U7 jelas tidak sekadar “pamer angka”. Mobil ini dirancang untuk menjawab kekhawatiran utama konsumen mobil listrik kelas atas: range anxiety dan performa jangka panjang.