Bagian transmisi juga wajib dicek serius. Untuk mobil manual, rasakan apakah perpindahan gigi halus dan kopling tidak terlalu tinggi. Kopling yang terlalu tinggi biasanya tanda kampas sudah menipis.
BACA JUGA:Mudik 2026 Terasa Kian Nyaman, Ini Tips Dapat Mobil Bekas 7 Seater yang Tidak Rewel
Untuk mobil matik, pastikan perpindahan gigi tidak terasa menghentak atau terlambat. Perbaikan transmisi bisa sangat mahal dan jelas bukan teman baik buat konsep anti boncos.
Masuk ke sektor kaki kaki, ajak mobil melewati jalan tidak rata saat test drive. Dengarkan apakah ada bunyi duk duk atau getaran berlebihan.
Suspensi yang lemah bukan cuma bikin tidak nyaman, tapi juga menambah biaya perbaikan yang lumayan. Apalagi mobil 7 seater biasanya membawa beban berat saat mudik, jadi kondisi kaki kaki harus benar benar siap.
Interior juga tidak kalah penting. Cek jok baris kedua dan ketiga, karena penumpang belakang sering jadi korban pertama kalau mobil tidak nyaman.
BACA JUGA:Daftar Mobil Daihatsu Bekas, Harga Murah Masih Kuat Buat Mudik Lebaran 2026
BACA JUGA:Farizon SV, Mobil Listrik Niaga di Bawah Rp700 Juta: Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Jok yang terlalu tipis atau posisi duduk yang aneh bisa bikin pegal parah saat perjalanan jauh. Pastikan AC terasa dingin sampai baris paling belakang, karena kabin panas bisa bikin suasana perjalanan berubah jadi tegang.
Sistem kelistrikan sering jadi sumber masalah tersembunyi. Coba semua fitur mulai dari lampu, power window, wiper, klakson, sampai head unit.
Kalau ada yang mati atau tidak normal, tanyakan ke penjual dan jadikan bahan nego. Masalah listrik kecil kalau dibiarkan bisa berkembang jadi kerusakan besar.
Riwayat servis adalah bonus besar. Mobil yang rutin dirawat biasanya punya kondisi lebih stabil dan jarang bikin kejutan.
Kalau penjual bisa menunjukkan buku servis atau catatan perawatan, itu nilai tambah. Hindari mobil dengan riwayat tidak jelas, apalagi jika terindikasi pernah kena banjir atau tabrakan berat.