Saat kata tak jelas karena napas terengah engah, saat tangan tegas gemetar termakan usia: Haji Halim dihadapkan dengan tuduhan manipulasi dokumen tanah.
BACA JUGA:Ustadz Abdul Somad Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Tokoh Sumsel H Halim
Dengan tuduhan merampas dan menguasai meski rasanya sulit untuk dipercayai.
Ala kulli hal, tudingan dan fitnah, orang kuat sekitar tak dapat dijadikan penolong, saat media melepas busur tajam menghujam. Namun telinga masyarakat dan para kyai tak bergeming.
Berita pedas tak pernah mereka anggap, karena keyakinan bahwa Haji Halim yang saat ini terbaring lemah adalah haji Halim yang dulu menjadi penguat orang orang lemah.
Bahwa haji Halim yang saat ini tertuduh terdhalimi adalah Haji Halim yang dulu tegas dan lugas membagikan harta Tuhan yang dititipkan.
Haji halim yang kini menjadi pesakitan adalah Haji Halim yang dulu menjadi tempat mengadu dan meminta bantuan.
Alih alih korupsi makan harta haram, Yang diraih dengan keringat pun adalah harta yang selama ini dibagikan, tanpa kata sayang semuanya ditabur asal perut perut lapar menjadi kenyang dan sekolah putus bisa terlanjutkan.
Itulah keyakinan Masyarakat dan Ummat.
Sehingga tak heran, wafatnya haji Halim dalam sandingan status terdakwa tidak membuat Masyarakat dan Ummat menjauh.
Jenazahnya disambut air mata, dishalatkan dimasjid masjid dengan barisan Shaf tertata, selaksa doa maghfirah tulus keluar tanpa pernah risih dengan status terdakwa.
Allah ingin memberikan status mulia dan mengumpulkan Haji Halim dalam dua kemuliaan :
Pertama, Menjalani Hidup Dengan Penuh Syukur, Meninggal Dunia dengan penuh Sabar.
Selama ini lebih banyak menghamba dengan jalur syukur namun Takdir Allah mengubah, terbuka gerbang Surga, Haji Halim meninggal dengan membawa status Sabar.
Innama Yuwaffasshabiruna Ajrahum Bighairi Hisab.Az Zumar ayat 10.