“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Saat itu, ada sesi sosialisasi tentang platform LinkUMKM yang membantu pelaku usaha untuk belajar dan mengembangkan bisnis. Dari sana saya mulai tertarik untuk bergabung dan saya lebih menyempatkan diri untuk membaca modul-modul pembelajaran di LinkUMKM,” ungkap Natalia.
BACA JUGA:Cuan Awal Tahun, Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun Pada 15 Januari 2026
BACA JUGA:Turut Didukung BRI, Danantara Serahterimakan Huntara Bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Penjualan NM Kitchen dijalankan secara online melalui WhatsApp dan Instagram untuk menerima pesanan dan berkomunikasi langsung dengan pelanggan.
Dari sisi produksi, NM Kitchen menggunakan bahan-bahan yang segar dan proses pembuatannya dilakukan sendiri untuk menjaga konsistensi rasa. Standar produksi diterapkan pada setiap pesanan agar kualitas produk tetap terjaga dan layanan berjalan konsisten.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan bahwa LinkUMKM menjadi bagian dari pendekatan BRI dalam memperkuat kompetensi usaha dan memperluas akses pengembangan UMKM.
“LinkUMKM dirancang untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha melalui pembelajaran yang aplikatif, pendampingan, dan akses pengembangan pasar. NM Kitchen menjadi bukti bahwa ekosistem pembelajaran dan pendampingan yang tepat dapat mempercepat penguatan kapasitas usaha hingga naik kelas. BRI akan terus memperkuat UMKM agar semakin tangguh, inklusif, dan siap naik kelas sebagai penggerak ekonomi nasional,” pungkas Akhmad.