Mobil Listrik Rp200 Jutaan Masih Ada! Ini Daftar Merk yang Dapat Subsidi Pemerintah 2026

Senin 19-01-2026,09:29 WIB
Reporter : Fadly
Editor : Mahmud

BACA JUGA:Penantang Baru Jaecoo J5 EV, Klaim Jadi Mobil Listrik Termurah, Harga Mulai Rp 250 Jutaan

Dari sisi karakter, Air EV memang tidak ditujukan sebagai mobil keluarga besar atau kendaraan perjalanan jauh.

Fokusnya adalah mobilitas perkotaan, dengan dimensi ringkas, radius putar kecil, dan biaya operasional yang sangat rendah.


Mobil listrik Seres E1--Doc sumeks.co

Untuk konsumen pemula kendaraan listrik atau pengguna harian di kota besar, Air EV masih menjadi pilihan rasional.

Selain Wuling, ada satu nama lain yang sering masuk radar konsumen di kelas harga serupa, yakni Seres E1.

Mobil listrik mungil ini dipasarkan dengan harga mulai dari kisaran Rp180 jutaan hingga Rp230 jutaan, tergantung varian. Secara banderol, Seres E1 jelas masuk segmen Rp200 jutaan.

Namun, hingga 2026, status subsidi pemerintah untuk model ini belum sepenuhnya jelas, terutama terkait pemenuhan TKDN dan skema produksi lokal.

Artinya, meskipun harga jualnya menarik, konsumen perlu mencermati apakah unit yang dibeli benar-benar mendapatkan insentif PPN DTP atau tidak.

Tanpa subsidi, selisih harga dan keuntungan jangka panjang bisa berbeda cukup signifikan dibandingkan model yang insentifnya sudah pasti.

Di luar dua model tersebut, sebenarnya ada beberapa mobil listrik lain yang juga menikmati subsidi pemerintah, seperti Wuling Binguo EV, Hyundai Ioniq 5, hingga sejumlah model dari merek Tiongkok.

Namun, harga jualnya sudah berada di atas Rp300 jutaan bahkan Rp400 jutaan, sehingga tidak lagi masuk kategori mobil listrik terjangkau Rp200 jutaan.

Dengan demikian, peta mobil listrik murah bersubsidi di 2026 semakin mengerucut.

Konsumen yang membidik harga paling rasional dengan dukungan penuh kebijakan pemerintah, praktis hanya memiliki satu pilihan aman, yakni Wuling Air EV.

Sementara Seres E1 bisa menjadi alternatif menarik dari sisi harga, tetapi masih membutuhkan kehati-hatian terkait status insentif.

Ke depan, pemerintah diharapkan terus mendorong produsen untuk meningkatkan TKDN agar pilihan mobil listrik terjangkau semakin banyak.

Kategori :