Motorola menyebutkan bahwa pendekatan ini dibuat untuk mendukung efisiensi dan fokus. Namun dalam praktiknya, ukuran layar luar yang terbatas menuntut kebiasaan baru.
BACA JUGA:Motorola Signature, Upaya Motorola Rebut Lagi Pasar Handphone?
BACA JUGA:Mengenal Motorola Signature, Langkah Awal Motorola Bangkit Lagi?
Aktivitas cepat memang terbantu, tapi untuk interaksi yang sedikit lebih panjang, layar utama tetap harus dibuka. Bagi sebagian orang, ini terasa praktis. Bagi yang lain, justru terasa menambah langkah.
Hal lain yang jarang dibahas adalah soal ergonomi. Saat terlipat, Razr Fold terasa lebih tebal dibanding ponsel konvensional. Bobotnya juga sedikit berbeda distribusinya karena mekanisme engsel.
Dalam penggunaan singkat mungkin tidak terasa, tapi dalam pemakaian intens, misalnya sering dipegang sambil berjalan atau digunakan satu tangan, perbedaan ini bisa cukup signifikan.
Aspek kenyamanan sering kalah oleh daya tarik desain, padahal justru inilah yang menentukan pengalaman jangka panjang.
BACA JUGA:Motorola Signature 2026 pilihan Ponsel Flagship Usung Performa Tinggi dengan Desain Elegan
BACA JUGA:Motorola Balik Lagi, Ini 3 Alasan Motorola Signature Jadi Sorotan
Soal performa, Razr Fold berada di kelas atas. Prosesor flagship, RAM besar, dan penyimpanan cepat membuat kinerja terasa responsif.
Berdasarkan spesifikasi resmi Motorola, perangkat ini disiapkan untuk menangani beban kerja berat, termasuk multitasking dan aktivitas berbasis cloud. Namun yang sering diabaikan adalah manajemen panas dan konsumsi daya.
Layar besar dan multitasking intens secara alami membutuhkan energi lebih besar. Dalam penggunaan aktif seharian, manajemen baterai menjadi faktor penting yang tidak bisa disepelekan.
Motorola memang menyematkan teknologi pengisian cepat untuk mengatasi keterbatasan waktu isi ulang. Berdasarkan pernyataan resmi perusahaan, fitur ini dirancang untuk mendukung mobilitas tinggi.
BACA JUGA:Review Motorola Reborn Signature 2026: Kembalinya Sang Raja dengan Fitur Melimpah
BACA JUGA:Motorola Signature 2026: Muncul Lagi ke Permukaan dengan Inovasi Terbaru
Meski demikian, ketergantungan pada charger bisa lebih sering terjadi dibanding ponsel non lipat, terutama jika layar utama digunakan secara maksimal. Ini bukan kekurangan mutlak, tapi konsekuensi logis yang sering tidak disadari sejak awal.