BACA JUGA:Pembangunan 7 Lantai RS dr AK Gani Dikritik Budayawan Palembang, Desak Hentikan Proyek
Dalam pandangan Sultan, BKB idealnya difungsikan sebagai taman budaya, pusat edukasi sejarah, dan kawasan rekreasi publik yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Kawasan itu, katanya, adalah “halaman depan peradaban Palembang” yang tidak seharusnya dikunci dari generasi masa kini maupun mendatang.
Dua Seruan Utama Sultan SMB IV
Melalui surat terbuka yang dibacakannya, Sultan menyampaikan dua tuntutan jelas:
1. Menghentikan pembangunan RS AK Gani di kawasan BKB
Sultan meminta pemerintah pusat maupun pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh karena pembangunan tersebut:
Tidak sejalan dengan UU Cagar Budaya.
Berpotensi merusak keaslian struktur bersejarah.
Menghilangkan nilai visual dan makna simbolik BKB.
Mengancam identitas sejarah masyarakat Palembang.
Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan memang penting, namun lokasi alternatif yang lebih tepat seharusnya dipilih tanpa mengorbankan warisan nasional.
2. Mengembalikan BKB sebagai ruang publik yang terbuka bagi masyarakat
Sultan menegaskan bahwa BKB merupakan peninggalan Kesultanan Palembang yang memiliki nilai edukasi, budaya, dan sejarah yang luar biasa.
Kawasan itu diharapkan dapat menjadi ruang publik yang hidup, tempat masyarakat belajar, berinteraksi, dan mengenali jati diri bangsanya.