Acara ini berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, dan dihadiri perwakilan dari Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum, serta Kemenpora.
Menurut Rizky Fatmala, Direktur Tata Kelola dan Regulasi PSSI, kehadiran sistem ini akan menyederhanakan alur pengurusan kewarganegaraan, khususnya bagi pemain keturunan Indonesia yang ingin membela Timnas.
“Dengan adanya RECKONING, proses naturalisasi akan lebih efisien dan tidak berbelit-belit,” ujarnya.
RECKONING sendiri merupakan inisiatif dari Badan Intelijen Negara (BIN).
Tujuannya adalah menciptakan proses naturalisasi yang aman, transparan, dan cepat.
Hal ini sejalan dengan Pasal 29 UU No. 17 Tahun 2011, di mana pemain naturalisasi tetap harus melalui tahap asesmen dan rekomendasi dari BIN.
Kecepatan menjadi faktor penting, mengingat banyak pemain keturunan yang ingin segera membela Tanah Air.
“Semakin cepat prosesnya, semakin besar peluang kita memperkuat skuad Timnas untuk berbagai ajang internasional, termasuk ikhtiar lolos ke Piala Dunia 2026,” tegas Erick.
Erick menegaskan bahwa kelancaran proses naturalisasi Miliano Jonathans dan hadirnya sistem RECKONING adalah bukti nyata dukungan pemerintah terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Menurutnya, kolaborasi ini akan menjadi modal penting untuk mencetak prestasi internasional.
“Sepak bola adalah olahraga pemersatu bangsa. Dengan dukungan penuh pemerintah, kita bisa mengoptimalkan potensi pemain keturunan, memperkuat Timnas, dan menatap mimpi besar menuju Piala Dunia 2026,” pungkas Erick.