Bila benar, maka Australia bisa terkena sanksi berat, salah satunya adalah kekalahan WO (walkover) dalam laga melawan China dan Indonesia.
Artinya, hasil pertandingan yang melibatkan Burgess—termasuk kemenangan 5-1 Australia atas Indonesia di Sydney pada 20 Maret—berpotensi dianulir?
Regulasi Ketat FIFA
Menurut regulasi FIFA, pemain yang pernah membela tim nasional dalam laga resmi tak bisa begitu saja pindah asosiasi, kecuali memenuhi beberapa syarat.
Salah satunya adalah belum pernah tampil di level senior dalam laga kompetitif dan hanya bermain maksimal tiga kali sebelum usia 21 tahun.
Dalam kasus Burgess, ia memang belum pernah membela tim senior Skotlandia.
BACA JUGA:Terungkap, Ruang Ganti jadi Mencekam usai Dibantai Australia
BACA JUGA:MENYAKITKAN, Lupakan Australia Timnas Indonesia Harus Fokus Lawan Bahrain
Namun pernah bermain dalam kualifikasi Piala Eropa U-19—yang merupakan jalur resmi menuju Piala Dunia U-20. Ini menjadi celah yang kini dimanfaatkan China untuk menggugat Australia.
Dampak untuk timnas Indonesia
Jika FIFA menerima protes dan menjatuhkan sanksi, Australia bisa kehilangan tiga poin dari laga kontra Indonesia dan China.
Laga itu akan dianggap batal, dan kemenangan WO 3-0 diberikan kepada lawan.
Ini akan menjadi kabar baik bagi Timnas Garuda.
Indonesia saat ini memiliki sembilan poin. Tambahan tiga poin dari kemenangan WO akan membawa skuad asuhan Patrick Kluivert ke angka 12, cukup untuk merebut posisi runner-up grup yang berpeluang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026. Asalkan dua sisa laga menang dan imbang.
Ini dia Profil Singkat Cameron Burgess
Cameron Robert Burgess lahir di Skotlandia pada 21 Oktober 1995. Ia tumbuh besar di Portlethen, Aberdeenshire, sebelum keluarganya pindah ke Perth, Australia, saat ia berusia 11 tahun.