Bahkan akun @longjr memberikan spekulasi kalau “(Pertamax) dijual mentahnya keluar negeri”, tebaknya.
“Nyesek sih tapi ya udah lah itung2 sedekah buat pejabat, sedekah tidak membuatmu miskin kawan,” hibur akun @Barny153.
Sebelumnya Iwan Piliang seorang mantan wartawan mengaku suprice saat Kejagung mengumumkan korupsi dengan 7 orang tersangka di Pertamina.
Korupsi itu berlangsung sangat lama dari tahun 2018 sampai dengan 2023.
“Korupsinya hampir 193,7 triliun,” jelas Iwan Piliang, Selasa, 25 Februari 2025.
BACA JUGA:7 Lokasi Gudang Diduga Tempat Penampungan & Pengoplosan BBM Ilegal di Ogan Ilir, Kembali Beroperasi
BACA JUGA:5,5 Ton Lebih BBM Solar Bersubsidi Dioplos Minyak Tanah Hasil Penyulingan Ilegal di Muba
Dari 2018 sampai 2023, korupsinya dari produk crude, pengadaan minyak mentah.
“Saya dengan kerendahan hati berterimakasih kepada Pak Presiden Prabowo, di era beliau ini mengemuka”, ucapnya.
Tiga dasawarsa Iwan Piliang mengaku telah mengkritis mafia migas tapi menguap begitu saja.
“Dari 2009 sampai dengan 2014, saya acap ditampilkan di televisi bicara mafia migas, menguap begitu saja, pernah ke Petral memverifikasi, dapat ancaman ini dan itu,” kenangnya.
BACA JUGA:Ditreskrimsus Polda Sumsel Segera Limpahkan Tersangka Kasus Pengoplosan Tabung Elpiji 3 Kilogram
BACA JUGA:Polda Sumsel Bongkar Gudang Solar Oplosan di Talang Keramat, Pekerjakan Anak di Bawah Umur?
Seperti diberitakan, Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar mengatakan, 4 tersangka adalah petinggi di anak perusahaan PT Pertamina dan 3 swasta.