NAPQI ini bersifat sangat toksik dan menyerang hati serta sel darah merah, menyebabkan kerusakan yang serius pada kedua organ vital tersebut.
Proses ini mengarah pada dua masalah utama: kerusakan pada hati dan pembentukan methemoglobin, yaitu bentuk hemoglobin yang tidak dapat mengangkut oksigen dengan efektif.
Kerusakan Hati dan Sel Darah Merah
Kerusakan hati pada kucing akibat paracetamol dapat menyebabkan gagal hati akut, yang jika tidak ditangani dengan cepat, dapat mengancam nyawa.
Hati yang rusak tidak mampu melakukan fungsi detoksifikasi dan sintesis protein yang diperlukan tubuh, sehingga dapat menyebabkan kegagalan organ lainnya.
Selain itu, NAPQI juga mengikat sel darah merah dan menyebabkan oksidasi, yang mengarah pada pembentukan methemoglobin.
Methemoglobin ini tidak dapat mengikat oksigen seperti hemoglobin normal, yang menyebabkan oksigen tidak dapat didistribusikan ke seluruh tubuh.
Akibatnya, kucing bisa mengalami gejala kekurangan oksigen yang serius, seperti sesak napas dan gusi yang berubah warna menjadi kebiruan atau kecokelatan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Veterinary Internal Medicine mengungkapkan bahwa kucing yang terpapar paracetamol, bahkan dalam dosis rendah, dapat menunjukkan tanda-tanda keracunan dalam waktu 1 hingga 4 jam setelah konsumsi.
BACA JUGA:Aneh Bin Ajaib, Geger Video Seekor Kucing Mati Ditabrak Kendaraan Hidup Kembali Usai Dilangkahi
Gejala tersebut dapat berkembang dengan cepat menjadi kondisi yang mengancam nyawa, sehingga penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan.