Dalam ekspedisi pencarian puing-puing peninggalan Kerajaan Atlantis di dasar laut Indonesia Timur, tim Arkeologi juga menemukan jejak arsitektur bangunan yang serba canggih dan modern pada masanya.
Tak tanggung-tanggung, pada beberapa bagian bangunan ditemukan logam mulia dan batu permata. Serta, sistem irigasi canggih yang diperuntukkan bagi penghuni istana.
Kendati demikian, tak dijelaskan secara rinci mengenai lokasi persis tempat penemuan puing-puing bangunan yang diyakini sebagai Kerajaan Atlantis tersebut.
Sebelumnya, bendungan Raksasa Provinsi Sumsel memiliki terowongan sepanjang 595 meter, yang dikabarkan bisa menembus dasar laut atlantis.
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini tengah membangun bendungan raksasa Tiga Dihaji, di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS).
Dilansir dari berbagai sumber, bendungan raksasa Provinsi Sumsel juga memiliki terowongan sepanjang 595 meter.
BACA JUGA:Bendungan Tiga Dihaji Ikon Baru Sumsel, Segini Jaraknya dari Palembang, Bengkulu dan Lampung
Terowongan tersebut, berfungsi untuk mengalihkan aliran sungai selama proses pembangunan bendungan berlangsung.
Kabarnya, pembangunan konstruksi terowongan bendungan raksasa Provinsi Sumsel itu akan menembus perbukitan.
Provinsi Sumsel bakal memiliki bendungan raksasa yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024 mendatang.
Bendungan raksasa Provinsi Sumsel tersebut, dibangun di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) dan diberi nama Tiga Dihaji.
BACA JUGA:Bendungan Tiga Dihaji Ikon Baru Sumsel, Segini Jaraknya dari Palembang, Bengkulu dan Lampung