5 Do’a dan Amalan Khusus Agar Istiqomah di Bulan Ramadan, Siap-siap Ini yang Akan Didapat!

Senin 18-03-2024,12:55 WIB
Reporter : Ernanda Evana Nofita
Editor : Edy Handoko

SUMEKS.CO - Lima do’a yang penting untuk diamalkan selama bulan ramadhan dan menjadi amalan khusus agar tetap istiqomah di bulan yang penuh berkah.

Selama Ramadhan, umat islam berkesempatan mendapatkan pahala berlipatganda atas amal kebaikan sekecil apapun sehingga jangan sampai melewatkan kesempatan tersebut.

1. Do’a Setelah Witir

Shalat witir ialah ibadah shalat sunnah yang dilakukan setelah melaksanakan shalat tarawih selama bulan ramadhan.

BACA JUGA: 7 Amalan yang Rugi Kalau Tidak Dikerjakan Saat Ramadan, Amalkan Yuk Biar Pahala dan Iman Makin Bertambah

BACA JUGA:Amalan Penting di Malam Nuzulul Qur’an, Raih Berkah Saat Diturunkannya Alquran kepada Rasulullah SAW

Setelah melaksanakan shalat dzikir, dianjurkan untuk membaca dzikir “subhanal malikil quddus” sebanyak 3 kali.

Dzikir ini memiliki arti “Maha Suci Allah yang Maha Merajai, lagi suci dari berbagai kejelekan”.

Membaca dzikir ini ternyata dianjurkan dan mengeraskannya pada bacaan ketiga sebagaimana dalam sebuah hadits.

“Dianjurkan mengeraskan suara pada bacaan yang ketiga” HR. An-Nasa’i dan Ahmad. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

BACA JUGA:Subhanallah, Ini Keistimewaan 10 Hari Pertama Puasa Ramadan, Perbanyak Amalan Berikut Biar Dilimpahkan Rahmat

BACA JUGA:Kata Ustaz Khalid Basalamah, Baca 3x Jelang Sahur Amalan Ini Bisa Hapuskan Dosa Sebanyak Buih di Lautan

Selanjutnya membaca “Rabbil malaaikatil warruh” yang artinya, “Allah itu Rabb malaikat dan Ruh yaitu Jibril” HR. As-Sunan Al-Kubra Al-Baihaqi dan Sunan Ad-Daruquthni.

Do’a terakhir setelah melaksanakan shalat witir ialah, “allahumma inni a’udzu biridhoka min sakhotika wabimu’aafatika min ‘uquubatika wa a’uudzubika minka laa ahshi tsanaan ‘alaika anta kamaa atsnayta ‘alaa nafsika”

Artinya : “Ya Allah, aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan pemaafan-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diri-Mu sendiri” HR. Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah.

Kategori :