Masjid Jamik Sungai Lumpur, Bangunan Bersejarah yang Jadi Saksi Bisu Tersebarnya Islam di Palembang

Sabtu 12-08-2023,05:05 WIB
Reporter : Edy Handoko
Editor : Zeri

SUMEKS.CO - Masjid Jamik Sungai Lumpur, salah satu masjid bersejarah di Kota Palembang yang memiliki histori dan jadi saksi bisu tersebarnya Islam di kawasan 11 Ulu, Seberang Ulu II, Palembang.

Tak hanya menjadi kota tertua di Indonesia, Palembang juga dikenal sebagai salah satu daerah yang menjadi peradaban Islam di Bumi Nusantara.

Ya, hal itu terbukti dari banyaknya bangunan masjid tua dan memiliki nilai sejarah khususnya dalam penyebaran agama Islam di kota Pempek tersebut.

Salah satu masjid tua yang hingga kini masih tetap berdiri kokoh yakni, Masjid Jamik Sungai Lumpur, di Jl KH Azhari, Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.

BACA JUGA:Terbaru! Hagia Sophia di Turki Pernah Jadi Gereja Ortodoks dan Museum, Kembali Jadi Masjid Ditangan Orang Ini

Masjid Jamik Sungai Lumpur, dibangun pada tahun 1873 dan menjadi masjid ketiga yang dibangun di Kota Palembang, untuk dipakai masyarakat melaksanakan ibadah salat Jumat.

Sebelumnya, sudah dibangun Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, dan Masjid Ki Marogan yang berada di Kertapati Palembang.


Salah satu masjid bersejarah di Kota Palembang yang memiliki histori dan jadi saksi bisu tersebarnya Islam di Palembang yakni Masjid Jamik Sungai Lumpur.--

Pembangunan Masjid Jamik Sungai Lumpur bertepatan dengan dua tahun pasca berdirinya Masjid Ki Marogan yang dibangun pada 1871.

Terbentuknya Masjid Jamik Sungai Lumpur atas kerisauan Habib Abdullah bin Salim Alkaff, karena di kawasan 11 Ulu saat itu tak memiliki masjid besar untuk menampung jemaah yang ingin salat Jumat.

BACA JUGA:ALLAHUAKBAR, Muhammadiyah Beli Gereja di Spanyol dan Dijadikan Masjid, Kembalikan Kejayaan Islam Era Abbasiyah

Habib Abdullah bin Salim Alkaff, seorang keturunan ulama yang memiki harta berlimpah berkat usahanya dalam berdagang.

Berkat kedermawanannya, Habib Abdullah bin Salim Alkaff lantas membangun masjid tersebut guna mempermudah masyarakat untuk mempelajari Islam dan beribadah salat Jumat.

Bentuk masjidnya pun sama dengan desain Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, dan Masjid Ki Marogan. 

Karena, saat itu memang sangat sedikit masjid di Kota Palembang, sehingga bentuknya pun hampir sama dan menyerupai bentuk masjid yang sudah ada sebelumnya.

Kategori :