Data Terbaru, Ada Penambahan 70 Penderita HIV dan 28 Pengidap AIDS Di Kota Palembang

Kamis 06-07-2023,07:20 WIB
Reporter : Naba Anwar
Editor : Rappi

Data Terbaru, Ada Penambahan 70 Penderita HIV dan 28 Pengidap AIDS Di Kota Palembang

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Infeksi HIV/AIDS sering kali tidak menunjukkan gejala dan sulit dideteksi. Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 700 orang di Kota Palembang terinfeksi HIV/AIDS.

Pada tahun ini, hingga bulan Mei lalu, sudah ada penambahan 28 orang penderita AIDS dan 70 penderita HIV yang terdaftar.

"Kita belum tahu apakah jumlahnya menurun atau tidak, karena masih dalam tahun yang berjalan," kata Yudhi Setiawan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palembang, dikutip dari sumateraekspres.id, edisi Kamis, 6 Juli 2023.

Yudhi Setiawan mengatakan semakin banyak tes yang dilakukan, dimungkinkan semakin banyak yang terungkap.

BACA JUGA:Pemilik Panti Asuhan Fisabillilah Al Amin Ternyata Diduga Pengidap HIV AIDS

Ada empat cairan yang dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS, yaitu darah, sperma, cairan vagina, dan Air Susu Ibu (ASI).

Yudhi Setiawan menyatakan bahwa pencegahan melalui hubungan seksual melibatkan tindakan seperti tidak berhubungan seks sebelum menikah, tidak berhubungan seks bebas, dan tidak berhubungan seks dengan orang selain pasangan resmi seperti suami atau istri.

"Penularan terjadi melalui kontak dengan empat cairan yang terkontaminasi," ungkapnya.

Delapan kelompok orang yang perlu diperiksa adalah ibu hamil, pasien tuberkulosis, pasien penyakit menular seksual, pengguna narkotika suntik, transgender, pria yang berhubungan seks dengan pria, pekerja seks wanita, dan narapidana.

BACA JUGA: Satu Warga Empat Lawang Positif HIV AIDS, Diberi Obat dari Kemenkes

Ibu hamil juga perlu menjalani pemeriksaan HIV/AIDS untuk pencegahan.

"Jika ada ibu hamil yang terinfeksi HIV/AIDS, mereka perlu segera diberikan obat agar bayi yang dikandung tidak terinfeksi HIV/AIDS," lanjutnya.

Yudhi Setiawan menjelaskan bahwa pemeriksaan HIV/AIDS dapat dilakukan sejak trimester pertama kehamilan hingga trimester ketiga kehamilan.

"Pada trimester ketiga kehamilan, pemeriksaan harus dilakukan agar bayi yang lahir tidak terkena HIV/AIDS," jelasnya saat penyuluhan strategi penanggulangan HIV/AIDS di Kota Palembang yang diselenggarakan di Hotel Ibis.

BACA JUGA:Gawat, 58 Persen Penderita HIV AIDS di Prabumulih Berperilaku Lelaki Seks Lelaki

Sementara itu, Ahmad Arifin, kepala TIM Kesejahteraan Sosial Bagian Kesra Kota Palembang, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan pemerintah Kota Palembang dan upaya pemerintah dalam memperkuat penanggulangan HIV/AIDS di kota tersebut.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada tokoh agama bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang mungkin tidak dapat disembuhkan.

Arifin menekankan pentingnya tidak mengucilkan atau menjauhkan penderita HIV/AIDS, melainkan memberikan motivasi agar mereka tetap sehat.

Dia juga mengajak masyarakat untuk memberikan pengetahuan kepada orang lain tentang HIV/AIDS.

BACA JUGA:Update Kasus Kekerasan Anak Panti di Palembang yang Pengurusnya Terinfeksi HIV AIDS, 24 Saksi Sudah Diperiksa

Oleh karena itu, pemerintah kota Palembang mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam meminimalisir penularan HIV/AIDS, penyakit yang dianggap berbahaya ini.

Penyakit ini telah menyerang ribuan bahkan miliaran orang di seluruh dunia.

Dalam upaya mencapai visi misi pemerintah Kota Palembang untuk menciptakan masyarakat yang aman, sejahtera, dan sehat di bawah kepemimpinan Walikota Harnojoyo, pemerintah kota Palembang berharap agar masyarakat dapat terbebas dari penyakit menular ini.

Untuk mencapai tujuan ini, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang HIV/AIDS diadakan di Kota Palembang.

BACA JUGA:185 Warga Terjangkit HIV di Palembang, Dominasi Kaum Gay

Namun, dalam hal penyebaran HIV/AIDS di Kota Palembang, belum ada data pasti mengenai jumlah pasien yang terkena penyakit ini.

Pihak pemerintah mengakui bahwa angka penyebaran penyakit ini belum sepenuhnya terungkap, karena masyarakat cenderung menjaga kerahasiaan kondisi mereka.

Melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, diharapkan bahwa kesadaran masyarakat mengenai HIV/AIDS dapat meningkat.

BACA JUGA:Enam Daerah di Sumsel Rawan HIV AIDS

"Dengan demikian, pemerintah kota Palembang berharap dapat mengendalikan penyebaran penyakit ini dan melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan," tukasnya.(*)

Kategori :