Hadiri Launching Graha Pemilu Sumatera Ekspres, Ketua KPU Sumsel Janji Benahi DPT

Selasa 17-01-2023,10:24 WIB
Editor : Dendi Romi

PALEMBANG, SUMEKS.CO – Harian Sumatera Ekspres melaunching Graha Pemilu, Senin 16 Januari 2023 di lantai 3 Graha Pena.

Kehadiran rubrik Graha Pemilu di Harian Sumatera Ekspres dapat menjadi wadah dan sarana penyelenggara, peserta, dan kandidat yang akan maju dalam Pemilu 2024, baik Pileg, Pilpres maupun Pilkada. 

“Kami berterima kasih Sumatera Ekspres hari ini (kemarin) me-launching Graha Pemilu sebagai sarana untuk publikasi dan edukasi terkait pemilu,” kata Ketua KPU Sumatera Selatan Amrah Muslimin SH MSi dalam acara Launching Graha Pemilu di Graha Pena, kemarin 16 Januari 2023.

Amarah menegaskan bahwa pemilu bersih itu sebuah keharusan. Parpol tidak bisa juga men-judge KPU tidak bersih. “Sebab, untuk sengketa sudah ada jalurnya. Bisa diadu di sana, dibuktikan. Bila peserta pemilu merasa tidak adik, bisa ke MK,” kata Amrah yang sudah 18 tahun berkecimpung sebagai penyelenggara pemilu di Sumsel.

Dia berjanji akan membenahi daftar pemilih tetap (DPT) yang acapkali bermasalah. KPU terus membenahi itu. Bahkan, pihaknya telah melakukan “pembersihan” awal sekitar 800 ribu data pemilih anomali. Data pemilih ini meragukan, yang tidak jelas (lengkap) identitasnya/elemen pada form. Misalnya, nama dan jenis kelamin tidak tercantum dan sebagainya. Juga data ganda, NIK bermasalah, migrasi, sudah meninggal dan lainnya.

BACA JUGA:Jelang Tahun Politik, Pemilu Rawan di Sumsel Berimbang, Rawan Sedang dan Rendah, Hanya Banyuasin yang Tinggi

“DPT sementara sekarang 5,3 juta mata pilih di Sumsel. Kami menyebutnya ini “Rumah Bersih KPU”. Untuk pemilu 2024, diperkirakan DPT Sumsel 6,3 juta. Itu akan terus kita sandingkan dengan DP4 dari Kemendagri, lalu diverifikasi, juga coklit hingga akhirnya didapat DCS dan akhirnya DPT final,” beber dia.

Dia berharap Parpol dan masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan pemilu bersih. Membantu proses ingin agar DPT Sumsel tidak terus-terusan bermasalah. “Kalau tidak tegas seperti ini, maka DPT Sumsel akan terus bermasalah,” cetusnya.

Diakui Amrah, Sumsel tak serawan wilayah Indonesia Timur yang harus melalui jalur laut, dengan jarak tempuh lebih 6 jam. “Kita di Sumsel, hanya sedikit daerah yang dilalui dengan sungai. Lebih banyak jalan darat yang memang untuk safetynya juga tidak terlalu rawan,” imbuh dia.

Ditambahkan Amrah, tingkat partisipasi pemilih di Sumsel tingkat tertinggi di Sumatera. Di atas 80 persen. Salah satunya karena peran media.

Artinya, cuma 20 persen yang tidak menggunakan hak pilih. “Mungkin ada yang sengaja tidak mau memilih, ada yang berkebun, atau di tengah perjalanan,” katanya.

BACA JUGA:Hadapi Pemilu 2024, Polda-KPU Sumsel Tingkatkan Sinergitas dan Kolaborasi

Untuk sistem pemilu, KPU menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK). “Mau sistem seperti sekarang terbuka proporsional atau tertutup proporsional, kami siap,” tegasnya. Pada tanya jawab sesi 1, Sekretaris DPW Partai NasDem Sumsel Syamsul Bahri, menyoroti soal pengurangan kursi di Dapil III (OKI-OI) DPRD Sumsel, dari 12 kursi menjadi 10 kursi.

“Bagaimana legalitasnya, kami belum melihat data itu. Sebab diperlukan untuk penyusunan caleg. Umpama data DPT dan TPS ada di Graha Pemilu Sumatera Ekspres, kami tidak perlu lagi ke KPU,” ujarnya.

Dia juga menyoroti soal pemilu proporsional terbuka dan tertutup, yang sedang berproses di MK. Sudah beberapa pemilu ini disebutnya, Indonesia melaksanakan proporsional terbuka. “Bagaimana pelaksanaan selama ini menurut KPUD Sumsel, apa perlu dievaluasi, apa usulan KPU Sumsel,” tanyanya.

Kategori :