SUMEKS CO PALEMBANG Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi Tipikor PN Palembang menolak keberatan eksepsi penasihat hukum terdakwa Muddai Madang yang terjerat kasus dugaan korupsi jual beli gas Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi PDPDE Sumsel Sebagaimana terungkap dalam persidangan yang digelar Kamis 24 2 majelis hakim diketuai Abdul Aziz SH MH dalam pertimbangannya diantaranya mengatakan terhadap dakwaan yang menurut penuntut umum terdakwa adanya pertentangan hukum serta tidak jelas haruslah dibuktikan dalam persidangan Majelis hakim berpendapat telah masuk pokok perkara dan haruslah dibuktikan didalam persidangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 ayat 1 KUHAP kata Abdul Aziz Selain itu terkait peran terdakwa Muddai Madang apakah selaku yang melakukan atau turut serta melakukan menurut majelis hakim masih memerlukan proses pembuktian dipersidangan Dengan demikian masih kata Abdul Aziz sebagaimana pertimbangan majelis hakim dalam surat dakwaan telah memenuhi syarat syarat sebgai surat dakwaan maka dapat dijadikan dasar dalam pemeriksaan perkara atas nama terdakwa Muddai Madang Mengadili menyatakan keberatan penasihat hukum terdakwa Muddai Madang tidak dapat diterima dan memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara dengan mengahdirkan saksi saksi dipersidangan tegas Abdul Aziz dalam petikan amar putusan selanya Usai pembacaan putusan sela terdakwa Muddai Madang yang dihadirkan secara visual dan didampingi tim penasihat hukum Bani Kohar Harahap SH meminta agar persidangan selanjutnya agar terdakwa dihadirkan secara offline Namun permohonan tersebut masih dipertimbangkan oleh majelis hakim selain terdakwa belum mengajukan permohonan secara resmi dalam bentuk surat juga dikarenakan kondisi Pandemi Covid 19 yang saat ini masih tinggi sehingga susah untuk menghadirkan terdakwa langsung dipersidangan Diketahui terdakwa Muddai Madang didakwakan oleh JPU dengan dua dakwaan sekaligus yakni kasus PDPDE serta Masjid Sriwijaya bersama dengan terdakwa lainnya yakni untuk PDPDE Alex Noerdin Caca Isa Saleh A Yaniarsah Hasan Sementara untuk perkara dana hibah Masjid Sriwijaya yakni Eddy Hermanto Syarifuddin Dwi Kridayani Yudi Arminto Ahmad Nasuhi Mukti Sulaiman Alex Noerdin Agustinus Antoni serta Loka Sangganegara Dari dua perkara tersebut oleh JPU terdakwa Muddai Maddang disangkakan dengan Pasal dengan dakwaan primer Pasal 2 ayat 1 atau subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor fdl
Eksepsi Muddai Madang Ditolak
Kamis 24-02-2022,14:19 WIB
Editor : Dendi Romi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 24-07-2026,17:23 WIB
Klasemen SEA V Cup 2026 Terbaru: Timnas Voli Putra Indonesia Melesat, Peluang Juara Leg 2 Terbuka Lebar
Jumat 24-07-2026,11:25 WIB
New Honda Vario 160 Hadir dengan EVO Design, Tampil Lebih Sporty dan Aerodinamis
Jumat 24-07-2026,04:09 WIB
Honda Rebel 1100, Motor Besar Tidak Ada Koplingnya Full Dikontrol Dual Clutch Transmission
Jumat 24-07-2026,10:02 WIB
Pilih Mana 3 Rekomendasi HP Performa Ngebut Cocok Main Game, Ada Poco X8 Pro
Jumat 24-07-2026,10:09 WIB
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tajam, Cek Harga Emas Antam Terbaru Jumat 24 Juli 2026
Terkini
Jumat 24-07-2026,22:56 WIB
PERKASA, Timnas Voli Putra Indonesia Tumbangkan Filipina 3-1, Lolos ke Semifinal SEA V Cup 2026
Jumat 24-07-2026,22:03 WIB
5 HP Gaming Murah Terbaru Juli 2026, Anti Panas dengan Baterai 6.000 mAh, Main Seharian Makin Nyaman
Jumat 24-07-2026,21:55 WIB
Audiensi dengan Dirjen Perkeretaapian, Wagub Sumsel Bahas Flyover Muara Enim Hingga Revitalisasi Kertalaya
Jumat 24-07-2026,21:22 WIB
Antisipasi Sengketa Hukum, Pemkot Palembang Gelar Bimtek Penyelesaian Kontrak Pekerjaan
Jumat 24-07-2026,20:57 WIB