SUMEKS CO PALEMBANG Andi Saputra terdakwa kasus laka lantas hingga menyebabkan korban bernama Karnadi meninggal dunia di hadapan majelis hakim PN Palembang mengaku sepeda motor yang dikendarai saat itu mengalami rem blong Dalam sidang yang digelar Selasa 26 4 ia mengaku bahwa saat kejadian itu dirinya berbocengan dengan dua rekan kerja lainnya melintas di sekitar Jl KH Azhari Kelurahan 9 10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang Kejadiannya sekitar pukul 19 30 WIB sepulang saya kerja di toko berboncengan dengan dua rekan lainnya dengan sepeda motor milik saya Namun saat itu rem saya blong hingga akhirnya menabrak korban yang saat itu hendak menyeberang jalan ungkap terdakwa Andi Saputra saat dihadirkan secara virtual Selasa 26 4 Di hadapan majelis hakim diketuai Agnes Sinaga SH MH ia juga mengaku mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi serta tidak memiliki Surat Izin Mengemudi SIM serta tidak menggunakan helm Sebelumnya di persidangan Jaksa Penuntut Umum JPU Kejari Palembang Diah SH turut menghadirkan saksi bernama Hartati yang merupakan saudara kandung korban Karnadi menjelaskan saat terjadi kecelakaan korban sempat dilarikan ke RSUD Baru sebelum akhirnya dipindah ke RS AK Gani Korban menghembuskan napas terakhir setelah jalani perawatan selama lima hari di RS AK Gani karena menurut dokter ada pecah pembuluh darah kata saksi Hartati Lebih lanjut dikatakan saksi Hartati selain pecah pembuluh darah adiknya tersebut juga mengalami luka di antaranya bagian kepala robek diduga akibat berbenturan dengan sepeda motor milik terdakwa Hingga adik saya dimakamkan pihak keluarga terdakwa belum satu kali pun menemui keluarga kami kata Hartati Di persidangan terdakwa membantah keterangan itu dengan mengatakan bahwa dirinya telah memberikan uang senilai Rp3 juta lebih sebagai biaya pengobatan korban saat berada di RSUD Bari Palembang Atas perbuatannya tersebut JPU Kejari Palembang sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan Pasal 310 ayat 4 UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas hingga menyebabkan korban meninggal dunia Usia mendengarkan keterangan saksi sekaligus terdakwa majelis hakim kembali akan menggelar sidang pada 10 Mei 2022 mendatang untuk mendengarkan pembacaan tuntutan pidana dari JPU Fdl
Saksi Sebut Terdakwa tak Punya Itikad Baik
Selasa 26-04-2022,14:08 WIB
Editor : Dendi Romi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 04-10-2026,13:23 WIB
Kapolda Sumsel Naik Pangkat Jadi Irjen, Rony Samtana Tarigan Resmi Pimpin Polda Sumsel
Minggu 04-10-2026,22:15 WIB
Kabut Asap Ganggu 31 Penerbangan dari dan ke Bandara Internasional SMB II Palembang
Minggu 04-10-2026,19:35 WIB
Pinggiran Tol Kayuagung Terbakar, Babinsa Gerak Cepat Padamkan Cegah Api Meluas
Minggu 04-10-2026,12:00 WIB
Daftar Bansos Cair Oktober 2026: Siapa yang Berhak dan Apa yang Didapat?
Minggu 04-10-2026,13:49 WIB
Warga Tulung Selapan Meninggal Dunia Diduga Terhirup Asap Karhutla Usai Padamkan Api di Kebun
Terkini
Senin 05-10-2026,11:51 WIB
Honda HR-V 2026 Hadir di Indonesia, Tawarkan Pilihan Mesin Bensin dan Hybrid
Senin 05-10-2026,11:45 WIB
HUT ke-81 TNI, Polres OKI Datang Membawa Kejutan Pesan Soliditas dari Kayuagung
Senin 05-10-2026,11:33 WIB
MyTelkomsel Ajak Pelanggan Sumbagsel Nikmati Keseruan Stamp Berhadiah Setiap Hari
Senin 05-10-2026,11:29 WIB
Tenis Meja PON XXII NTB-NTT 2028 Digelar di Kabupaten Sumba Timur
Senin 05-10-2026,11:16 WIB