SUMEKS CO Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerapkan sistem biosecurity mengantisipasi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku PMK Sistem itu dilakukan dengan budi daya atau pemeliharaan ternak dengan lebih teliti dan memperhatikan kondisi hewan ternak Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Lolitsapi Dicky M Dikman menjelaskan budi daya sapi dimulai dari manajemen pemeliharaan hingga manajemen kesehatan ternak Manajemen budi daya dilakukan untuk menghasilkan ternak yang sehat Hanya saja memang ada perlakuan khusus selama wabah PMK ini terutama dengan pengetatan biosecurity kata Dikman Senin 30 5 Baca Juga 16 Kasus PMK Di Sumsel Dengan biosecurity peternak diminta untuk melakukan pola pemeliharaan secara intensif semi intensif dan ekstensif Namun budi daya ternak di daerah wabah PMK dianjurkan untuk menerapkan pola intensif yaitu dengan cara ternak dikandangkan serta kebutuhan pakan dan air minum disediakan Dikman juga mengingatkan PMK merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi kerbau unta gajah rusa kambing domba dan babi Penyakit itu menyebabkan lepuh yang terdapat pada lidah gusi hidung dan kuku hewan yang terinfeksi Untuk daerah wabah kita arahkan sistem intensif untuk mengurangi risiko penularan melalui udara Untuk pakan yang diberikan dapat berupa hijauan dan konsentrat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan produksinya jelas Dikman Baca Juga Vaksin 33 Ribu Hewan Ternak Cegah PMK Menurut Dikman budi daya tersebut dapat diperketat dengan biosecurity sebagai upaya preventif penyebaran PMK Biosecurity adalah segala upaya fisik dan tata laksana untuk meminimalkan risiko masuknya agen penyakit ke dalam peternakan mencegah berkembangnya penyakit serta mencegah keluarnya agen penyakit dari peternakan Biosecurity itu vital baik oleh peternakan rakyat ataupun peternakan perusahaan swasta Untuk perkandangan kita melakukan pengetatan personel yang keluar masuk kandang Kunjungan tamu atau kunjungan lainnya juga ditutup sampai wabah mereda ucap Dikman Dikman menjabarkan contoh implementasi biosecurity di Loka Penelitian Sapi Potong Pasuruan Jawa Timur Pertama tama diterapkan sistem one gate dan ditetapkan zona merah kuning dan hijau di kandang Zona merah berada di pos sekuriti paling depan yaitu tempat agen penyakit leluasa untuk berkembang karena lalu lalang masyarakat yang tinggi Zona kuning di tengah kantor yaitu wilayah yang dilengkapi biosecurity untuk petugas yang akan memasuki kandang Zona hijau dilengkapi semprotan disinfektan untuk masuk ke area kandang yang harus steril papar Dikman Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain dipping dan spray disinfektan untuk kendaraan yang keluar masuk kelengkapan sanitasi untuk petugas kandang seperti loker kamar mandi dan shower bilik penyemprotan untuk petugas dan sanitasi kandang Baca Juga Deru Akan Tinjau Tiga Nama Calon Sekda Muara Enim Peternak juga diminta untuk melakukan penyemprotan insektisida pembasmi serangga lalat dan hama lainnya di sekitar kandang ternak Hal ini dilakukan guna menjaga lingkungan kandang tetap bersih dan mencegah penyebaran penyakit tutur Dikman Dikman menambahkan ternak yang sakit harus segera diobati Sementara itu bangkai ternak yang mati karena PMK harus segera dibakar atau dikubur Pada ternak yang terinfeksi dilakukan pemotongan dan pembuangan jaringan terinfeksi Kaki yang terinfeksi diterapi dengan chloramphenicol atau larutan cuprisulfat Injeksi intravena preparat sulfadimidine juga dinilai efektif terhadap PMK ungkap Dikman Selain itu yang tidak kalah penting adalah evaluasi manajemen pemeliharan ternak sapi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar Bila ada kejadian yang tidak diinginkan peternak segera menghubungi dinas peternakan Peternak harus aware dan waspada dengan lingkungan sekitar selalu membangun komunikasi dengan dinas terkait petugas BB Veteriner atau Ditjen PKH Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk meng update informasi perkembangan terkini dari wabah PMK ujar Dikman jpg jawapos md
Pakai Sistem Biosecurity Antisipasi Penyebaran Wabah PMK
Selasa 31-05-2022,08:12 WIB
Editor : Admin 01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 29-06-2026,18:58 WIB
Penggeledahan Penyidikan Korupsi Pemeliharaan Lampu Jalan 2025, Kejari Palembang Sita Dokumen Penting
Senin 29-06-2026,20:42 WIB
Motor Bekas di Bawah Rp15 Juta Masih Banyak yang Bagus! Ini Daftar Pilihan Paling Worth It di Juni 2026
Senin 29-06-2026,19:19 WIB
Jangan Sampai Akun Dibajak! Cara Mengaktifkan Fitur Keamanan Terbaru WhatsApp agar Chat Tetap Aman
Selasa 30-06-2026,08:36 WIB
4 Rekomendasi Smartwatch di Bawah Rp1 Juta dengan Akurasi GPS Bagus
Selasa 30-06-2026,09:12 WIB
Daftar 10 HP Bekas Harga Rp 2 Jutaan Masih Layak Dibeli di Juni 2026 dengan Spek Buas
Terkini
Selasa 30-06-2026,17:55 WIB
OLX Hadirkan Kategori Mobil Baru, Kini Konsumen Bisa Bandingkan Mobil Baru dan Bekas dalam Satu Platform
Selasa 30-06-2026,17:37 WIB
Hadapi Musim Kemarau Personel Kodim 0402/OKI Ikuti Pelatihan Damkar dan Pencegahan Karhutla
Selasa 30-06-2026,17:34 WIB
Bocah Mancing Terjatuh dan Tenggelam di Aliran Anak Sungai Pasar Tanjung Enim, Kondisinya?
Selasa 30-06-2026,17:20 WIB
NMAX atau Aerox untuk Anak Muda, Mana yang Lebih Cocok?
Selasa 30-06-2026,17:17 WIB