Banner Pemprov

Terlibat Skandal Bank Ueno, Presiden Paraguay Ditahan

Terlibat Skandal Bank Ueno, Presiden Paraguay Ditahan

Santiago Pena.--

SUMEKS.CO - Mantan Presiden Paraguay Santiago Pena akhirnya ditahan karena terlibat dalam skandal bank digital Ueno yang memicu krisis perbankan dan membuat hampir 3 juta nasabah kehilangan akses terhadap tabungan mereka.

Saat ini mantan Presiden Paraguay Santiago Pena diperintahkan menjalani penahanan pra-persidangan setelah didakwa terlibat dalam skandal bank digital Ueno.

Hakim Humberto Otazu pada Sabtu memerintahkan Pena ditahan di markas Resimen Pengawal Presiden, sebuah fasilitas militer, bukan di penjara konvensional.

Penahanan tersebut dilakukan untuk memastikan Pena tetap berada di Paraguay selama proses penyelidikan terkait dugaan keterlibatannya dalam skandal Ueno.

BACA JUGA:Bareskrim Telusuri Tindakan Makar Kasus Penyadapan Terhadap Presiden Prabowo Subianto

BACA JUGA:Kabareskrim Ungkap Kronologi Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Kepada Prabowo Subianto

Dikutip dari laporan Reuters, Pena didakwa melakukan pelanggaran kepercayaan dan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan pribadi.

Kepala Bank Sentral Paraguay Carlos Carvallo juga menghadapi dakwaan serupa, ditambah dugaan pemalsuan dokumen pemerintah. Carvallo turut diperintahkan menjalani penahanan pra-persidangan.

Skandal Bank Digital Ueno 

Skandal ini berpusat pada hubungan Pena dengan Ueno, bank digital yang berkembang pesat selama masa pemerintahannya. Pertumbuhan bank tersebut disebut turut didukung oleh suntikan dana publik lebih dari 800 juta dollar AS.

BACA JUGA:Gerindra Tanggapi Positif Hasil Survei SMRC Terhadap Prabowo Subianto

BACA JUGA:Pernyataan Keras Presiden Prabowo Subianto di Acara Akad Massal 26 Ribu KPR Sejahtera di Bogor

Ueno berhasil menarik jutaan nasabah sebelum akhirnya mengalami masalah keuangan yang berujung pada pengambilalihan oleh regulator.

Pada Selasa, regulator Paraguay mengambil alih kendali Ueno karena kekhawatiran terhadap solvabilitas bank. Langkah tersebut membuat hampir 3 juta nasabah tidak dapat mengakses tabungan maupun menggunakan kartu bank mereka.

Krisis itu kemudian memicu gelombang demonstrasi di berbagai wilayah Paraguay. Ribuan orang turun ke jalan menuntut pengembalian dana, sementara sejumlah aksi berujung bentrokan dengan aparat kepolisian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: