Banner Pemprov

Mobil Listrik Bekas Makin Murah, tetapi Apakah Aman Dibeli? Ini 8 Hal yang Ditakuti Konsumen

Mobil Listrik Bekas Makin Murah, tetapi Apakah Aman Dibeli? Ini 8 Hal yang Ditakuti Konsumen

Mobil Listrik Bekas Makin Murah, tetapi Apakah Aman Dibeli? Ini 8 Hal yang Ditakuti Konsumen--

SUMEKS.CO - Harga mobil listrik bekas yang semakin terjangkau mulai menarik perhatian konsumen Indonesia menjelang akhir 2026. Kendaraan yang sebelumnya hanya bisa dijangkau melalui pembelian mobil baru dengan anggaran besar kini mulai tersedia di pasar mobil bekas dengan harga lebih rendah.

Kondisi ini membuka kesempatan bagi calon pembeli yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar membeli unit baru. Namun, di balik harga yang menggiurkan, ada sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan, terutama terkait kesehatan baterai, garansi, riwayat pemakaian, dan biaya perbaikan.

Berbeda dengan mobil bermesin bensin, pemeriksaan mobil listrik bekas membutuhkan perhatian khusus terhadap sistem baterai tegangan tinggi dan perangkat elektroniknya. Kondisi eksterior yang masih mulus serta angka odometer yang rendah belum cukup untuk memastikan kendaraan layak dibeli.

Dua mobil dengan model dan tahun produksi sama bahkan bisa memiliki kondisi baterai yang berbeda akibat pola penggunaan, kebiasaan pengisian daya, kondisi lingkungan, dan perawatan pemilik sebelumnya.

BACA JUGA:6 Mobil Listrik Bekas Paling Worth It Dibeli pada Akhir 2026

BACA JUGA:Mobil Listrik Zeekr 7X 2027 Makin Garang, Baterai 103 kWh, Tenaga 784 HP, Siap Tantang Tesla Model Y

Inilah alasan mengapa harga murah tidak selalu berarti pembelian yang menguntungkan. Calon konsumen perlu memahami sejumlah risiko sebelum melakukan transaksi agar tidak menghadapi pengeluaran besar setelah kendaraan berpindah tangan.

Harga Murah Bisa Menyembunyikan Kondisi Baterai yang Menurun

Baterai merupakan komponen utama sekaligus salah satu bagian paling bernilai pada mobil listrik. Komponen ini berfungsi menyimpan energi untuk menggerakkan motor listrik. Seiring bertambahnya usia dan penggunaan kendaraan, kapasitas baterai dapat mengalami penurunan secara bertahap.

Penurunan kapasitas tersebut dikenal sebagai degradasi baterai. Dampaknya dapat terlihat pada berkurangnya energi yang bisa disimpan dan jarak tempuh kendaraan dalam sekali pengisian. Bagi pembeli mobil listrik bekas, kondisi baterai menjadi salah satu faktor paling penting karena biaya perbaikan atau penggantian komponen tertentu dapat menjadi pengeluaran besar.

Untuk mengetahui kondisinya, calon pembeli perlu meminta pemeriksaan State of Health (SoH). Istilah ini menggambarkan kondisi kesehatan atau kapasitas baterai dibandingkan dengan kondisi ketika masih baru. Hasil pemeriksaan dapat membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan baterai menyimpan energi.

BACA JUGA:Berikut Daftar Mobil Listrik Baru Di Pameran PEVS 2026, Target Transaksi Rp 500 Miliar

BACA JUGA:Mobil Listrik China vs Mobil Jepang, Mana Lebih Unggul? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Namun, angka SoH tidak boleh diterima begitu saja. Mintalah laporan diagnosis yang jelas, memiliki tanggal pemeriksaan, identitas kendaraan, nomor rangka, dan informasi mengenai metode pengukuran. Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan melalui bengkel resmi atau teknisi independen yang memiliki peralatan sesuai dengan model kendaraan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: