Tabrak Ranjau, 2 Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz
Kapal tanker terbakar di Selat Hormuz karena menabrak ranjau IRGC. --
TEHERAN, SUMEKS.CO - Ranjau laut yang dipasang Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC di Selat Hormuz kembali memakan korban. Dua kapal tanker terbakar akibat terkena ranjau saat hendak melintasi wilayah perairan Selat Hormuz, kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat (6/11).
"Dua kapal tanker, yang mematikan sistem navigasi dan identifikasi, dengan dukungan militer agresor Amerika, berupaya meninggalkan wilayah tersebut melalui rute yang dianggap tidak sah atau dilarang di Selat Hormuz. Kapal-kapal itu kemudian menabrak ranjau yang mengakibatkan kebakaran dan menghentikan laju kapal," demikian menurut pernyataan IRGC.
IGRC juga mengumumkan pencegatan terhadap sebuah pesawat nirawak MQ-1 milik AS.
Militer Iran kemudian mengklaim telah berhasil menggagalkan aktivitas intelijen AS di sekitar Pulau Qeshm di wilayah selatan Iran.
BACA JUGA:IRGC Klaim Tembak Jatuh 2 Drone MQ-1 AS
BACA JUGA:IRGC Umumkan Sayembara, Nyawa Tentara AS Dihargai Rp534 Juta
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang memicu aksi balasan dari pihak Iran.
Meskipun sempat mereda, konflik AS-Iran hingga kini masih belum terselesaikan dan permusuhan berpotensi kembali terjadi.
Eskalasi konflik antara AS dan Iran nyaris menghentikan pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur pasokan utama bagi minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia. Akibatnya, harga bahan bakar di sebagian besar negara mengalami kenaikan.
Perang Iran dengan AS dan Israel berkobar berawal dari serangan dua negara tersebut ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
BACA JUGA:Trump Isyaratkan Bertemu Kim Jong-un, Ada Apa?
BACA JUGA:Kebiasaan tak Lazim, Trump Akan Sambut Xi Jinping di Bandara
Pakistan, Qatar, dan Mesir berulang kali menjadi mediator dalam upaya menghentikan perang dengan gencatan senjata antara Iran dengan AS dan Israel. Namun belum berhasil. Donald Trump sendiri berjanji akan menunda serangan ke Iran sebelum pemilu sela AS. (dri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
