Sakit Menggugurkan Dosa, ini Penjelasannya Dalam Hadits
Ilustrasi.--
JAKARTA, SUMEKS.CO - Dalam Islam disebutkan, seseorang yang sakit menggugurkan dosa-dosanya. Namun sebenarnya, hilangnya nikmat sehat seorang hamba ini tak luput dari kemurahan hati Allah SWT.
Apabila dimaknai lebih dalam, Allah SWT memberikan keberkahan kepada hamba-hamba-Nya yang ditimpa rasa sakit melalui pengguguran dosa-dosanya.
Yang menjadi pertanyaan, sakit seperti apa yang dapat menggugurkan dosa? Simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini.
Dalil Mengenai Sakit Menggugurkan Dosa
Allah SWT memberikan sukacita kepada para hamba-Nya dengan berbagai cara. Orang terpuji diberkahi dengan kesehatan dan pahala atas amal saleh, sedangkan orang yang sakit diberkahi dengan pengguguran dosa yang dilakukannya.
BACA JUGA:Penyidikan Suap Proyek PALI Rampung, Wabup Nonaktif Iwan Tuaji Segera Duduk di Kursi Pesakitan
BACA JUGA:Pulang dari Hadiri KTT BRICS, Presiden Afsel Jatuh Sakit
Mengutip buku Betapa Allah Mencintaimu susunan Ratna Dewi Idrus, sesungguhnya rasa sakit sekecil apa pun itu, niscaya Allah SWT akan menghapuskan dosa-dosanya.
Dari Ummul 'Ala' berkata, "Rasulullah SAW mengunjungiku ketika aku sakit, lalu beliau bersabda, 'Bergembiralah, hai Ummul 'Ala', sesungguhnya apabila seorang muslim sakit, Allah akan menghilangkan kesalahannya sebagaimana api menghilangkan karatnya emas dan perak'." (HR Abu Dawud)
Sakit yang Menggugurkan Dosa Menurut Rasulullah
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam 'Uddatush Shabirin yang diterjemahkan Iman Firdaus memaparkan sejumlah hadits tentang sakit sebagai penggugur dosa. Rasulullah SAW pernah menjelaskan kepada para sahabat mengenai sakit yang dapat menggugurkan dosa.
BACA JUGA:Diduga Sakit Hati Tak Diterima Kerja, Pemuda di Ogan Ilir Nekat Bakar Lahan Tebu Milik PT SGN
Diriwayatkan dari hadits Abu Sa'id, ia bercerita, "Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Apakah pendapatmu tentang penyakit-penyakit ini apabila menimpa kami?' 'Penghapusan dosa-dosa,' jawab beliau. Ubay ibn Ka'ab bertanya, 'Wahai Rasulullah, sekalipun sedikit?' 'Sekalipun tertusuk duri atau yang melebihinya,' jawab beliau. Ubay lalu berdoa untuk dirinya pada waktu itu agar penyakit demam itu tidak lepas darinya hingga meninggal dunia tanpa meninggalkan haji, umrah, jihad di jalan Allah, dan salat wajib berjamaah. Setelah itu, hingga dia meninggal dunia, setiap orang yang pernah menyentuh kulitnya pasti merasakan panas badannya." (HR Ahmad dan Nasa'i)
Diriwayatkan pula dari hadits mursal al-Hasan al-Bashri, dari Rasulullah SAW, "Allah benar-benar menghapuskan semua dosa orang mukmin dengan sakit demam satu malam." (HR Al-Mundziri dalam At-Targhib wat-Tarhib)
Mengenai hadits ini, Ibnu Abi Dunya berkata, "Ibnu Mubarak berkata, 'Ini termasuk hadits jayyid (sanadnya baik), maka para sahabat berharap terkena demam satu malam agar dosa-dosa mereka terhapuskan'." (HR Tirmidzi)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:











