Sejarah Jembatan Ampera, Ikon Palembang yang Menghubungkan Ulu dan Ilir
Jembatan Ampera merupakan salah satu ikon bersejarah Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang membentang di atas Sungai Musi.--
SUMEKS.CO – Jembatan Ampera merupakan salah satu ikon bersejarah Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang membentang di atas Sungai Musi.
Jembatan ini menghubungkan kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang sebelumnya dipisahkan oleh Sungai Musi.
Pembangunan Jembatan Ampera dimulai pada April 1962 dan diresmikan pada 10 November 1965. Proyek ini menjadi bagian penting dalam perkembangan infrastruktur Kota Palembang.
Di balik bentuknya yang ikonik, Jembatan Ampera menyimpan sejarah panjang, mulai dari gagasan pembangunannya hingga perubahan nama yang membuatnya dikenal masyarakat sampai sekarang.
BACA JUGA:Jembatan Ampera dan Bundaran Air Mancur Palembang Bersiap Menjadi Pusat Perhatian
Berikut 5 fakta sejarah Jembatan Ampera:
1. Berawal dari Kebutuhan Menghubungkan Dua Kawasan
Sebelum Jembatan Ampera dibangun, masyarakat yang hendak menyeberang antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir harus menggunakan jasa penyeberangan untuk melintasi Sungai Musi.
Kondisi tersebut membuat perjalanan masyarakat dan aktivitas perdagangan bergantung pada transportasi sungai. Karena itu, pembangunan jembatan menjadi kebutuhan penting untuk mempermudah hubungan antara kedua kawasan.
BACA JUGA:Fakta Unik Jembatan Ampera, Ikon Palembang yang Pernah Bisa Terangkat dan Sempat Bernama Soekarno
BACA JUGA:Besok CFD Ditiadakan, Jembatan Ampera Tetap Ditutup, Kantong Parkir Seperti Biasa
Gagasan pembangunan jembatan sebenarnya telah muncul sejak masa kolonial Belanda. Namun, rencana tersebut baru terealisasi setelah Indonesia merdeka, ketika pembangunan infrastruktur mulai dikembangkan untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:











