5 Cara Mengolah Ampas Kelapa Jadi Pupuk Organik, Murah dan Ramah Lingkungan
Ampas kelapa yang sudah diambil santannya bisa diolah jadi pupuk organik kaya nutrisi untuk menyuburkan tanaman.--sumeks.co
SUMEKS.CO - Ampas kelapa yang sudah diambil santannya bisa diolah jadi pupuk organik kaya nutrisi untuk menyuburkan tanaman.
Limbah rumah tangga yang dulu selalu dibuang begitu saja bisa untuk berkebun sebagai ganti penggunaan pupuk kimia.
Untuk diketahui ampas kelapa kaya akan serat, mineral dan bahan organik yang mampu memperbaiki struktur tanah serta mendukung pertumbuhan akar tanaman.
Itulah mengapa pentingnya mengetahui cara mengolah ampas kelapa jadi pupuk organik. Selain mengurangi limbah rumah tangga juga ramah lingkungan.
BACA JUGA:Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sendiri untuk Membantu Melebatkan Buah Kelapa Sawit di Lahan Gambut
BACA JUGA:Mudah, Begini Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Dapur Sisa Makanan di Rumah
Dengan metode pengolahan yang tepat, ampas kelapa dapat diubah menjadi kompos, pupuk cair, atau mulsa organik yang bermanfaat untuk berbagai jenis tanaman.
Cara Mengolah Ampas Kelapa Jadi Pupuk Organik
1. Pengomposan Kering
Ampas kelapa bisa diolah menjadi kompos kering dengan menumpuknya di tempat teduh atau bak kompos yang memiliki sirkulasi udara cukup baik.
BACA JUGA:Pupuk Indonesia Berhasil Salurkan 737.125 Ton Pupuk Subsidi di Pulau Sumatera
BACA JUGA:Petani Sawit Menjerit, Harga Tandan Buah Segar Anjlok, Pupuk Mahal Susah Didapat
Penting pastikan lokasi terhindar dari hujan langsung agar kelembapan tetap terkendali. Proses dekomposisi biasanya memakan waktu antara 4 hingga 6 minggu, tergantung kondisi cuaca dan kelembapan.
Selama proses ini, aduk atau balik tumpukan secara berkala setiap 7–10 hari agar penguraian serat organik merata dan mencegah pembusukan yang tidak merata.
Hasil akhir berupa humus berwarna gelap, bertekstur gembur, dan kaya nutrisi, siap dicampurkan ke tanah untuk meningkatkan kesuburan dan memperbaiki struktur tanah.
Disarankan tambahkan sedikit sekam padi atau dedaunan kering agar aerasi lebih baik dan proses pengomposan lebih cepat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:











