Trump Batalkan Serang Iran Sebelum Pemilu Paruh Waktu
Donald Trump.--
WASHINGTON DC, SUMEKS.CO - Keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyerang Iran, sebelum pemilu paruh waktu pada 3 November mendatang, dibatalkan.
Trump menyatakan tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu. Namun, pernyataan tersebut muncul ketika militer AS terus menambah kekuatan di Timur Tengah, sementara konflik dengan Iran belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Dalam pertemuan Partai Republik pada September lalu, Trump bahkan mengatakan bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir setelah pemilu.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai langkah militer yang mungkin diambil Washington apabila upaya diplomasi dengan Teheran tetap menemui jalan buntu.
BACA JUGA:Trump Akan Gunakan Induk Segala Bom untuk Menyerang Iran?
BACA JUGA:Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Rusia-Ukraina, Harga Minyak Dunia Langsung Turun
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (15/10/2026), sejumlah analis militer menilai AS masih memiliki beberapa pilihan, mulai dari mempertahankan blokade laut, melanjutkan serangan udara, hingga menggelar operasi darat.
Namun, masing-masing pilihan memiliki risiko militer, ekonomi, dan politik yang berbeda. Perang AS-Iran masih buntu, Selat Hormuz jadi persoalan utama Konflik terbaru antara AS dan Iran bermula ketika Washington bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah aset militer AS dan infrastruktur lainnya di negara-negara Teluk serta Yordania. Teheran juga menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelum perang dilalui sedikitnya 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair atau LNG dunia.
BACA JUGA:Trump Isyaratkan Bertemu Kim Jong-un, Ada Apa?
BACA JUGA:Tepati Janji, Trump Sambut XI Jinping di Bandara, 2 Jet Tempur Melintas
Penutupan tersebut mengganggu perdagangan energi internasional dan mendorong kenaikan harga minyak. Harga minyak mentah acuan global yang berada di kisaran 72 dollar AS per barel menjelang pecahnya perang sempat melonjak mendekati 120 dollar AS pada tahun ini.
Pada Kamis (15/10/2026), harga minyak diperdagangkan sekitar 104 dollar AS per barel. Kesepakatan gencatan senjata pada Juni kemudian gagal dipertahankan akibat perbedaan pendapat mengenai penguasaan Selat Hormuz. Sejak itu, AS mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di wilayah selatan.
Sementara itu, Iran terus melancarkan serangan terhadap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:











