Banner Pemprov

Pertalite SPBU Dirampok Tanki Motor Modifikasi

Pertalite SPBU Dirampok Tanki Motor Modifikasi

Pedagang BBM eceran mengendarai sepeda motor tanki besar atau modifikasi di SPBU Km 10 Palembang. Foto: SUMEKS.CO/Dendi Romi--

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Kendati Pertamina telah mengeluarkan edaran larangan pengisian BBM jenis pertalite oleh sepeda motor dengan ukuran tanki besar atau modifikasi. Namun aturan itu tetap dicueki oleh petugas SPBU dan pemilik sepeda motor tanki modifikasi di Palembang.

Salah satunya terlihat di SPBU Km 10 Simpang Bandara Lama yang terletak di Jl Kolonel H Barlian. SPBU tersebut mulai buka pada pukul 07.00 setiap harinya. Namun yang pertama kali antre di depan adalah pemilik kendaraan sepeda motor tanki modifikasi. sepeda motor yang digunakan beragam. Seperti Suzuki Thunder, Honda Tiger 2000, dan sepeda motor pemilik tanki besar lainnya. 

Pedagang BBM eceran yang antre sepanjang hari di SPBU tersebut, jumlahnya sekitar 5-7 orang dan pelakunya orang yang sama. Untuk membedakan pengendara sepeda motor yang memang mengisi BBM sungguhan dengan pedagang bensin eceran, sangat mudah. Pengendara sepeda motor masyarakat biasa biasanya mengisi BBM tidak lebih dari lima liter dan berpakaian rapi. Sementara pedagang BBM eceran yang mengendarai sepeda motor tanki modifikasi, membeli BBM dalam jumlah banyak dan umumnya menggunakan celana pendek dan tidak mengenakn helm. 

BACA JUGA:Harga BBM Pertamina Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertamax Rp15.950, Ini Daftar Lengkapnya

BACA JUGA:Cara Cek Harga BBM Terbaru via Aplikasi MyPertamina, Praktis dan Cepat

Pantauan SUMEKS.CO, Senin (5/10/2026), petugas SPBU Km 10 Jl Kolonel H Barlian tetap melayani pembelian BBM jenis pertalite dari pengendara sepeda motor tanki modifikasi tersebut. Pemilik sepeda motor tersebut antre sepanjang hari. Usai membeli, langsung dipindahkan ke jeriken penampung dan dijual di eceran dengan Harga Rp12 ribu per liter. Tanki modifikasi sepeda motor Suzuki Thunder tersebut bisa menampung BBM sampai 20 liter. Pengawasan dari Pertamina maupun aparat kepolisian tidak ada. Sehingga membuat praktik penimbunan BBM berjalan lancar.

Salah satu pengendara sepeda motor yang mengisi BBM di SPBU Km 10 Palembang mengaku kesal dengan ulah pedagang BBM eceran yang antre sepanjang hari menggunakan sepeda motor tanki modifikasi.

"Kito ngisi bensin (Pertalite) paling banyak 4 liter. Seminggu dak habis. Ini tanki modifikasi sampai 20 liter, antre sepanjang hari," kata salah satu pengendara sepeda motor warga Palembang. 

BACA JUGA:Tips Hemat BBM saat Harga Naik, Ini Triknya Biar Pengeluaran Tidak Membengkak

BACA JUGA:Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 22 September 2026 di Seluruh Indonesia

Dia menyesalkan lemahnya pengawasan yang dilakukan Pertamina dan dan aparat kepolisian terhadap praktik pembelian BBM menggunakan sepeda motor tanki modifikasi di SPBU Km 10 Palembang. "Kito dak biso berbuat banyak," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait