Banner Pemprov

Terungkap, Pemicu Driver Taxol Dianiaya & Diancam Pisau Preman di Monpera

Terungkap, Pemicu Driver Taxol Dianiaya & Diancam Pisau Preman di Monpera

Apes dialami seorang pengemudi driver online di Kota Palembang. Sebab, saat ia mendapatkan penumpang di Tempat Kejadian Perkara (TKP) depan halte Monpera Palembang dirinya malan menjadi korban Penganiayaan oleh seorang pria. -Dok.Sumeks.co-

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Apes dialami seorang pengemudi driver online di Kota PALEMBANG. Sebab, saat ia mendapatkan penumpang di depan halte Monpera PALEMBANG dirinya malah menjadi korban penganiayaan oleh seorang preman. 

Tak terima wajahnya lebam akibat dianiaya, korban Deni Zakaria (44) warga Jalan Sukarela Lorong Swadaya Kecamatan Sukarame melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya ke SPKT Polrestabes Palembang, Senin 28 September 2026. 

Dihadapan petugas, korban menuturkan peristiwa tindak pidana penganiayaan dialaminya terjadi di jalan Palembang Darussalam tepatnya di depan halte Monpera Palembang pada 26 September 2026 pukul 09.30 WIB. 

Dijelaskan, kejadian bermula saat korban Deni Zakaria pengemudi taksi online Gocar berada di lokasi kejadian atau TKP di Jalan Palembang Darussalam depan halte monpera Kelurahan 19 Ilir Kecamatan bukit kecil kota Palembang untuk mengambil penumpang atas nama saksi Sikan.

BACA JUGA:Preman Macan Lindungan Digaruk, Polda Sumsel Gerak Cepat di Hari Pertama Ops Sikat Musi I

BACA JUGA:Rawan Kejahatan dan Premanisme, Personel Polsek Pemulutan Intensifkan Patroli di Waktu Dini Hari

Pada saat saksi masuk ke dalam mobil terlapor EB menghampiri penumpang dan meminta uang parkir, korban lantas menjelaskan bahwa korban adalah pengemudi online yang hanya menjemput penumpang.

Namun terlapor tidak senang dan berkata "aku nih minta dengan penumpang bukan dengan kau" lalu dijawab korban "selama di sini kami tidak pernah diminta uang", seraya menambahkan "kurekam kagek kau".

Mendengar hal tersebut terlapor emosi dan langsung menghampiri korban yang sedang duduk di kursi pengemudi, terlapor EB hendak menarik paksa handphone dari tangan korban seraya mengancam "ku pecah ke hp kau".

"Ketika saya keluar dari mobil, dia (terlapor) secara tiba-tiba langsung menendang saya dan memukuli bagian muka sebanyak dua kali menggunakan tangan kosong," ungkap korban, Senin 28 September 2026. 

BACA JUGA:Preman Macan Lindungan Digaruk, Polda Sumsel Gerak Cepat di Hari Pertama Ops Sikat Musi I 

BACA JUGA:Rawan Kejahatan dan Premanisme, Personel Polsek Pemulutan Intensifkan Patroli di Waktu Dini Hari 

Tak sampai disitu, selanjutnya terlapor mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dari dalam tas selempangnya dan mengancam korban seraya berkata "basah kau ya". 

Melihat ancaman tersebut korban langsung masuk kembali ke dalam mobil dan mengunci pintu dari dalam hingga akhirnya terlapor melarikan diri dari TKP, korban kemudian melanjutkan perjalanan mengantar penumpang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait