Tips Hemat BBM saat Harga Naik, Ini Triknya Biar Pengeluaran Tidak Membengkak
Tips Hemat BBM saat Harga Naik, Ini Triknya Biar Pengeluaran Tidak Membengkak--
SUMEKS.CO - Saat harga BBM naik, pengeluaran kendaraan sebenarnya masih bisa ditekan tanpa harus mengurangi aktivitas harian secara drastis.
Caranya bukan sekadar memilih BBM dengan harga paling murah, tetapi juga mengubah gaya berkendara, menjaga tekanan ban, mengurangi beban kendaraan, merawat mesin, serta menghindari kebiasaan yang membuat bahan bakar terbuang percuma.
Kementerian ESDM menyebut metode berkendara hemat energi atau smart driving dapat membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar, termasuk melalui pengaturan cara berkendara dan perawatan kendaraan.
Langkah pertama yang paling mudah dilakukan adalah menghindari akselerasi dan pengereman secara berlebihan. Menekan pedal gas terlalu dalam untuk mengejar kecepatan kemudian mengerem mendadak membuat energi yang sudah dihasilkan mesin terbuang lebih banyak.
BACA JUGA:Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 22 September 2026 di Seluruh Indonesia
BACA JUGA:5 Mobil Bekas Rp100 Jutaan Paling Irit BBM 2026, Cocok untuk Liburan Keluarga
Pola berkendara yang lebih halus dengan mempertahankan kecepatan secara stabil dapat membantu konsumsi BBM menjadi lebih efisien.
Kebiasaan ini semakin penting ketika kendaraan digunakan di jalan perkotaan yang sering mengalami kemacetan. Pengemudi dapat membaca kondisi lalu lintas dari jarak lebih jauh sehingga tidak perlu terus-menerus melakukan gas dan rem.
Ketika kendaraan di depan mulai memperlambat laju, pedal gas dapat dilepas lebih awal sehingga mobil melambat secara bertahap.
Mematikan mesin ketika berhenti cukup lama juga dapat mengurangi pemborosan BBM. Dalam materi smart driving yang dipublikasikan Kementerian ESDM, mesin disarankan dimatikan ketika kendaraan berhenti lebih dari sekitar 30 detik.
Teknik tersebut terutama relevan ketika kendaraan berhenti dalam antrean panjang atau menunggu dalam kondisi lalu lintas yang tidak bergerak.
Namun, kondisi lalu lintas tetap perlu diperhatikan. Pada persimpangan yang hanya berhenti beberapa detik atau situasi yang membutuhkan kendaraan segera bergerak, mematikan dan menyalakan mesin berulang kali tidak selalu menjadi pilihan praktis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
