Akses Jalan Rusak, Asdar dan Adik Harus Seberangi Sungai untuk Sekolah
Asdar menggendong adiknya dan menuntun sepupunya menuju sekolah setiap hari. Foto: Instagram--
SUMEKS.CO - Perjuangan Asdar (17) dan adiknya untuk menempuh pendidikan harus dilalui dengan rintangan menyeberangi sungai setiap hari.
Asdar dan adiknya merupakan salah satu anak negeri asal Desa Fondakeraya, Kecamatan Ulususua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara ini harus menyeberangi sungai tanpa jembatan untuk berangkat sekolah.
Betapa tidak, sungai tersebut menjadi akses utama Asdar dan siswa lainnya menuju sekolah. Namun, ketika banjir besar terjadi, mereka tidak berani menyeberang dan terpaksa tidak bersekolah.
"Kemarin itu pernah banjir, tingginya pernah 4 meter, nggak berani kami sekolah," kata Asdar seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (22/9/2026).
BACA JUGA:Pengusaha Alat Berat Asal OKI Ngaku Kena Tipu Saat Bangun Sekolah Taruna Nusantara di Pagaralam
BACA JUGA:Kejati Sumsel Datangi Sekolah di OKI Penerima DAK Pendidikan Tahun Anggaran 2023
Dia menambahkan, kondisi sungai bisa berubah menjadi berbahaya ketika hujan deras turun. Banjir juga dapat datang tiba-tiba ketika siswa hendak pulang sekolah.
Menurut Asdar, kondisi cuaca pada pagi hari tidak selalu menjadi tanda perjalanan pulang akan aman.
"Kadang kita kalau banjir kayak gitu pas pulang sekolah, paginya padahal cuacanya bersih, bagus dan eh sorenya hujan dan tiba-tiba banjir begitu, jadi kita wajib nginap di rumah saudara gitu," ungkap Asdar.
Saat video Asdar menyeberangi sungai viral di media sosial, dia dan keluarganya bahkan sempat terjebak di antara dua aliran sungai.
BACA JUGA:Sasar Perusahaan hingga Sekolah, Polres OKI Gencarkan Cegah Karhutla
BACA JUGA:Rekomendasi HP realme RAM 8 GB untuk Anak Sekolah, Cocok untuk Belajar Online
"Hujan semakin turun, kami juga kedinginan berteduh di bawah pohon, kami juga nggak bisa balik ke sekolah dan nggak bisa menuju ke rumah, soalnya udah kehalang banjir dua-duanya (mau ke rumah atau pun sekolah)," ujar Asdar.
Setelah hujan reda dan ketinggian air berkurang, Asdar kemudian memberanikan diri menyeberangi sungai bersama adik dan sepupunya. "Di situ kita paksakan saja untuk melewati banjirnya," ujar Asdar.
Setiap Hari Lewati Empat Sungai
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
