Launching Kamus Digital Bahasa Semende: Upaya Melestarikan Bahasa Daerah secara Global
Dr Oktariyani, M.Pd, peneliti Bahasa dan Budaya Daerah sekaligus penerima manfaat Dana Indonesiaraya meluncurkan Kamus Digital Bahasa Semende–Indonesia–Inggris.-foto:doksumeksco-
PALEMBANG, SUMEKS.CO - Kini, Bahasa Semende sudah lebih mudah untuk dilestarikan dan bahkan diperkenalkan secara global.
Pasalnya, Dr. Oktariyani, M.Pd, peneliti Bahasa dan Budaya Daerah sekaligus penerima manfaat Dana Indonesiaraya, meluncurkan Kamus Digital Bahasa Semende–Indonesia–Inggris.
Karya yang disusun selama 10 bulan dengan beberapa kajian dan diskusi dengan masyarakat suku Semende ini diharapkan mempermudah masyarakat maupun peneliti dalam mempelajari bahasa Semende.

Suasana Launching Karya Kamus Digital Bahasa Semende , Minggu 20 September 2026 di PAlembang.-foto:doksumeksco-
Pemerhati Budaya Semende Erland Evriansyah, SH, MH -foto:doksumeksco-
‘’Sehingga kamus digital Bahasa Semende tidak sekadar menjadi luaran akademik, kamus ini hadir sebagai sarana praktis yang bisa digunakan masyarakat luas, ‘’kata Dosen yang menetap di Tanggerang itu.
BACA JUGA:Angkat Budaya Tunggu Tubang dari Tanah Semende Muara Enim
BACA JUGA:Senam Kreasi Dek Sangke, Cara Kekinian Lestarikan Budaya Sumsel Lewat Gerakan Olahraga
Lalu, Dr Oktariyani berharap kamus digital ini mampu menggugah generasi muda agar lebih terpantik mempelajari bahasa daerah sendiri, memperkuat identitas budaya Semende, dan menjaga agar bahasa leluhur tetap hidup serta mendunia.
“Meski saya tinggal di Tangerang, soal budaya tetap kembali ke Semende. Saya tidak pernah lupa dengan budaya asal,” ujar Dr. Oktariyani, M.Pd, peneliti Bahasa dan Budaya Daerah sekaligus penerima manfaat Dana Indonesiaraya usai peluncuran Karya Kamus Digital Bahasa Semende–Indonesia–Inggris dan Diskusi Budaya, Minggu, 20 September 2026.
Pemerhati Budaya Semende yang juga Kepala Bagian Teknis Penyelenggara Pemilu dan Hukum di KPU Sumsel, Erland Evriansyah, SH, MH turut memberikan paparan.
Kehadirannya menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab akademisi, tetapi juga bagian dari komitmen bersama lintas profesi untuk menjaga warisan budaya Semende.
BACA JUGA:Dorong Budaya Inovasi di Lahat, Kemenkum Sumsel Matangkan Raperbup
Sementara itu Dian Permata Suri, S.Pd., M.Pd, Kasi Nilai Budaya dan Bahasa Daerah Disbudpar Provinsi Sumsel, menekankan bahwa kehadiran kamus digital ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian bahasa lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
