Banner Pemprov

Titik Api di Pangkalan Lampam OKI Dipadamkan Satgas Gabungan, Sumber Air jadi Kendala

Titik Api di Pangkalan Lampam OKI Dipadamkan Satgas Gabungan, Sumber Air jadi Kendala

Satgas gabungan padamkan titik api di Desa Pangkalan Lampam OKI. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--

Titik Api di Pangkalan Lampam OKI Dipadamkan Satgas Gabungan, Sumber Air jadi Kendala

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Satuan tugas (Satgas) gabungan langsung padamkan titik api yang muncul di lahan Desa Pangkalan Lampam, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). 

Terlihat asap mengepul di lahan yang terbakar. Dengan sigap ditangani satgas gabungan. Dimana Satgas Polsek Pangkalan Lampam bersama personel TNI, BPBD, dan masyarakat bergerak menuju lokasi. 

Mereka berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Pemadaman karhutla tidak hanya soal menaklukkan api. Kondisi lahan, keterbatasan sumber air, dan akses menuju lokasi kerap menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.

BACA JUGA:Bupati Ogan Ilir Instruksikan Pos-Pos Karhutla Disiagakan, Minimalisir Risiko Gangguan Kesehatan

BACA JUGA:PTBA Aktif Bantu Penanganan Karhutla, Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, SH SIK MH mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Api yang semula kecil bisa dengan cepat meluas, terutama saat kondisi lahan kering dan angin bertiup kencang,” ujar Kapolres, Rabu 9 September 2026.

Ia juga mengajak masyarakat segera melapor apabila melihat kepulan asap atau titik api.

Menurut dia, penanganan sedini mungkin dapat mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

BACA JUGA:25,5 Hektare Karhutla di Musi Rawas Ditangani, Empat Polsek Dikerahkan Sisir Api hingga Bara

BACA JUGA:Sasar Perusahaan hingga Sekolah, Polres OKI Gencarkan Cegah Karhutla

Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan api, bara, maupun bahan yang mudah terbakar di kawasan lahan dan perkebunan. Pencegahan, kata dia, jauh lebih efektif daripada menunggu api membesar. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait