Banner Pemprov

Polda Sumsel Ingatkan Bahaya AI:Jangan Unggah Data Pribadi, 152 Peserta Ikuti Gemini Academy

Polda Sumsel Ingatkan Bahaya AI:Jangan Unggah Data Pribadi, 152 Peserta Ikuti Gemini Academy

AI Makin Canggih, Polda Sumsel Ingatkan Ancaman Deepfake hingga Kebocoran Data--

PALEMBANG, SUMEKS.CO – Kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) menawarkan kemudahan luar biasa, mulai dari membantu guru menyiapkan pembelajaran hingga mempercepat pengolahan data dan pekerjaan administrasi kepolisian.

Namun di balik kemudahan tersebut tersimpan risiko yang tidak boleh dianggap sepele.

Data pribadi, dokumen penyelidikan dan penyidikan hingga informasi kedinasan yang bersifat rahasia tidak boleh sembarangan dimasukkan ke platform AI yang keamanan datanya tidak terjamin.

Pesan penting itu menjadi salah satu perhatian Polda Sumatera Selatan dalam Gemini Academy Onsite Madrasah yang digelar di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Polda Sumsel, Sabtu (29/8/2026).

Sebanyak 152 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 100 guru Madrasah Aliyah dari Palembang dan sekitarnya serta 52 personel dari berbagai satuan kerja dan Polres jajaran Polda Sumsel.

Kegiatan dibuka Karo SDM Polda Sumsel yang hadir mewakili Kapolda Sumsel.

Polda Sumsel Dorong Masyarakat “Melek AI”, tapi Tetap Aman

Gemini Academy Onsite Madrasah menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi AI tanpa meninggalkan aspek keamanan, etika dan tanggung jawab.

Kegiatan tersebut diinisiasi atas arahan Sekretariat Wakil Presiden RI bersama Direktorat GTK Madrasah Kementerian Agama RI, Google for Education Indonesia, dan Websis for Edu.

BACA JUGA:Polda Sumsel Siapkan Kebutuhan Aset 2028, Biro Logistik Perketat Perencanaan agar Tepat Sasaran dan Akuntabel

BACA JUGA:Kapolda Sumsel Irjen Sandi Raih Penghargaan Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi Bumi Sriwijaya

Polda Sumsel menjadi tuan rumah dengan menyediakan tempat serta dukungan teknis. Kepolisian juga memberikan materi khusus mengenai AI Ethics atau etika kecerdasan artifisial.

Keterlibatan guru dan personel kepolisian menjadi menarik karena kedua profesi tersebut sama-sama bersentuhan dengan informasi yang membutuhkan kehati-hatian.

Guru berhadapan dengan data peserta didik dan proses pembelajaran, sedangkan kepolisian menangani berbagai informasi masyarakat serta data kedinasan yang sebagian memiliki tingkat kerahasiaan tinggi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait