Nabi Muhammad Lahir, Batasan Alam Gaib dan Nyata Ditutup Allah SWT
Ustaz Nazaruddin Al Hafiz mengisi kajian rutin di Masjid Nurul Islam, Villa Gardena 4, Palembang, Ahad (23/8/2026) Subuh. Foto: Tangkapan Layar SUMEKS.CO/Dendi Romi--
PALEMBANG, SUMEKS.CO - Kajian rutin setiap Ahad Subuh Masjid Nurul Islam, Perumahan Villa Gardena 4 menghadirkan Ustaz Nazaruddin Al Hafis, Ahad (23/8/2026) pukul 05.15 WIB.
Dalam tausiyahnya, ustaz Nazaruddin menuturkan bahwa sebelum Nabi Muhammad SAW lahir, Ka'bah yang dibangun Nabi Ibrahim AS menjadi tempat berkumpulnya segala jenis mahluk halus. Seperti setan, iblis, jin, patung atau berhala yang disembah kaum Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Menariknya, sebelum Rasulullah SAW dilahirkan ke muka bumi, tidak ada batasan alam nyata dunia dengan alam gaib. Manusia bisa melihat jin, setan, dan iblis. Apakah itu di Ka'bah atau di langit. Dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW, Allah SWT menutup atau memisahkan alam nyata dengan alam gaib.
"Manusia sejak saat itu tidak bisa lagi melihat alam gaib, sampai saat ini," kata Nazaruddin.
BACA JUGA:Paman Dibunuh Diperlakukan tak Manusiawi, Rasulullah Memaafkan Namun tak Mau Melihat Wajah Wahsyi
Kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul Mutholib, lanjut Nazaruddin, saat itu dipercaya oleh kaum Yahudi, Nasrani, Majusi memegang kunci Ka'bah yang menjadi tempat semua manusia menyembah kepercayaannya. Toleransi umat beragama saat itu sudah ada.
"Inilah uniknya kehidupan umat manusia di Kota Mekkah sebelum Rasulullah lahir," ujarnya.
Nabi Muhammad semasa muda, terang Nazaruddin, ikut pamannya, Abu Thalib berdagang sebelum diajak Siti Khadijah. Dalam berdagang, Nabi Muhammad dikenal karena kejujurannya. Dia berterus terang kepada calon pembeli modal barang yang dijualnya. Tinggal calon pembeli untuk membeli dagangan Nabi Muhammad di atas harga modal atau sama dengan modal. Karena kejujurannya itu, maka Rasulullah mendapat gelar Al Amin oleh kaum Kafir Qurais. Walaupun kaum Kafir Quraisy memusuhi Nabi Muhammad SAW, namun mereka menghormati keteladanan Rasulullah dengan memberinya gelar Al Amin.
"Kaum Kafir Quraisy ini mengagumi Rasulullah SAW," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


