Cuaca BMKG Rabu 19 Agustus 2026: Sumsel Terasa Terik Capai 35 Derajat, 212 Hotspot Terdeteksi
Prakiraan Cuaca Rabu 19 Agustus 2026-foto:dok-
SUMEKS.CO,- Cuaca panas masih berpotensi menyengat sejumlah wilayah Sumatera Selatan pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara maksimum di beberapa daerah Sumsel diperkirakan dapat mencapai 35 derajat Celsius.
Kondisi tersebut terjadi, di tengah periode kemarau yang masih mendominasi sebagian wilayah Indonesia.
BMKG sebelumnya menyampaikan bahwa fenomena El Nino kuat turut mewarnai kondisi cuaca Indonesia, dengan musim kemarau diprediksi masih berlangsung di banyak wilayah.
BACA JUGA:2.145 Hotspot Terdeteksi, Polda Sumsel Kerahkan 354 Personel Cegah Karhutla Meluas
BACA JUGA:Sejumlah Kecamatan di Kabupaten OKI Turun Hujan, Hotspot Terpantau 1 Titik
Data prakiraan BMKG untuk Sumatera Selatan menunjukkan suhu tertinggi pada Rabu berada di Musi Banyuasin, PALI, Palembang dan Prabumulih, yang masing-masing berpotensi mencapai 35°C.
Di Kota Palembang, BMKG memprakirakan kondisi udara kabur dengan suhu sekitar 27–35°C dan kelembapan 43–79 persen. Kondisi serupa juga berpotensi dirasakan masyarakat di sejumlah kawasan perkotaan.

BPBD Sumsel menginformasikan terpantau ada 49 titik hotspot yang tersebar di beberapa kabupaten yang ada dan rentan terjadi Karhutla. --sumeks.co
Sementara itu, Ogan Komering Ilir diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 26–35°C. Ogan Komering Ulu berada pada kisaran 25–34°C, sedangkan Muara Enim 26–34°C.
Untuk PALI, suhu diprakirakan berada pada kisaran 27–35°C. Prabumulih juga mencapai 27–35°C. Adapun wilayah yang relatif lebih sejuk antara lain Pagar Alam, dengan suhu sekitar 20–27°C, serta Empat Lawang 22–31°C.
Indeks UV Perlu Diwaspadai
Selain suhu udara, masyarakat juga perlu memperhatikan paparan sinar ultraviolet (UV), terutama ketika beraktivitas di luar ruangan sekitar tengah hari.
Paparan sinar matahari yang kuat dalam kondisi langit cerah atau minim tutupan awan dapat meningkatkan risiko kulit terbakar dan gangguan akibat paparan UV.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

