Usai Bertemu Pimpinan Hamas, Menantu Trump Bertemu Netanyahu
Benjamin Netanyahu.--
SUMEKS.CO - Keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menciptakan perdamaian di Jalur Gaza masih tinggi. Buktinya, Trump mengutus menantunya yang juga utusan khusus, Jared Kushner untuk bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Jared Kushner, pada hari Senin (17/8/2026).
Pertemuan ini dilakukan sehari setelah ia mengadakan pertemuan langka dengan para pejabat Hamas di Kairo, Mesir dalam upaya untuk mendorong rencana perdamaian Gaza yang diusung Trump.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (17/8/2026), sebuah sumber diplomatik mengatakan pemimpin Hamas, Khalil Al-Hayya hadir dalam pertemuan yang diadakan oleh para mediator dengan Kushner dan utusan Dewan Perdamaian Trump untuk Gaza, Nickolay Mladenov, di Kairo pada hari Minggu (16/8/2026) waktu setempat.
BACA JUGA:Hamas Siap Gantung Senjata, Israel Serang Warga Gaza, 13 Orang Tewas
BACA JUGA:Kesepakatan Tercapai, Hamas Gantung Senjata, Israel Mundur dari Gaza
Ini menandai pertemuan kedua Kushner dengan perwakilan Hamas, kelompok militan Palestina yang ditetapkan sebagai gerakan teroris oleh Amerika Serikat.
Kushner sebelumnya bertemu dengan para pejabat Hamas bersama utusan AS Steve Witkoff pada Oktober 2025, membantu mencapai kesepakatan yang mengarah pada gencatan senjata di Gaza, dan pembebasan sandera yang tersisa yang ditawan oleh Hamas dalam serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
Pada akhir Juli lalu, Trump mengatakan kesepakatan telah tercapai untuk perlucutan senjata total Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.
Namun Netanyahu, yang berupaya terpilih kembali dalam pemilihan yang dijadwalkan pada Oktober mendatang, secara terbuka menolak rencana Trump.
BACA JUGA:Hamas Punya Pemimpin Baru, ini Profilnya
Trump mengatakan kesepakatan itu akan dilaksanakan secara bertahap, dengan pasukan Israel menarik diri dari Gaza seiring dengan berlangsungnya perlucutan senjata dan Pasukan Stabilisasi Internasional bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru untuk mengamankan wilayah tersebut.
Hamas mengatakan telah menyetujui rencana tersebut. Namun, Hamas juga menegaskan bahwa implementasi kesepakatan itu akan bergantung pada pemenuhan komitmen Israel terlebih dahulu, termasuk penarikan pasukan dari Gaza dan penghentian serangan. (dri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

