521 Warga Binaan Lapas Kayuagung Terima Remisi HUT ke-81 RI
Bupati OKI, H Muchendi Mahzareki memberikan remisi HUT RI kepada warga binaan di Lapas Kayuagung. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--
521 Warga Binaan Lapas Kayuagung Terima Remisi HUT ke-81 RI
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Semangat kemerdekaan turut dirasakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayuagung melalui pemberian Remisi Umum (RU) Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.
Sebanyak 521 warga binaan Lapas Kelas IIB Kayuagung menerima Remisi Umum Tahun 2026.
Pemberian remisi menjadi salah satu bentuk penghargaan atas pemenuhan syarat dan partisipasi warga binaan dalam mengikuti proses pembinaan selama menjalani masa pidana.
Dari total penerima remisi, sebanyak 492 orang mendapatkan Remisi Umum I (RU I), dengan rincian pengurangan masa pidana 1 bulan sebanyak 25 orang, 2 bulan sebanyak 102 orang, 3 bulan sebanyak 161 orang, 4 bulan sebanyak 126 orang, 5 bulan sebanyak 68 orang, dan 6 bulan sebanyak 10 orang.
BACA JUGA:Penyerahan Remisi HUT ke-81 RI, Kemenkum Sumsel Dorong Reintegrasi Sosial Warga Binaan
Sementara itu, 29 orang menerima Remisi Umum II (RU II). Dari jumlah tersebut, 16 orang langsung bebas, sedangkan 13 orang masih harus menjalani pidana pengganti atau subsider.
Bupati OKI H Muchendi Mahzareki mengatakan remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana.
Remisi merupakan bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku, kepatuhan terhadap aturan dan kesungguhan mengikuti program pembinaan.
“Pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku, kepatuhan terhadap aturan, serta kesungguhan dalam mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana,” kata Muchendi.
BACA JUGA:Hari Raya Waisak Tahun 2026, Seorang Warga Binaan Lapas Tanjung Raja Terima Remisi Khusus
BACA JUGA:Ratusan Warga Binaan Lapas Kayuagung Terima Remisi Lebaran Idulfitri, 5 Orang Langsung Bebas
Ia meminta para penerima remisi tidak berhenti pada pengurangan masa hukuman. Momentum tersebut harus menjadi dorongan untuk memperbaiki diri dan menyiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

