Sebelumnya Serang Irak, Kini Arab Saudi Sebut Tetangga Tercinta
Bendera Arab Saudi.--
SUMEKS.CO - Hubungan Arab Saudi dengan Irak mencair. Padahal sebelumnya, militer Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangaan mematikan ke wilayah Irak.
Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman menyebut Irak sebagai "tetangga tercinta" dalam pembicaraan dengan pejabat senior militer Irak.
Dilansir AFP, pejabat keamanan Irak berkunjung ke Riyadh, Arab Saudi, pada Kamis (15/8/2026). Kunjungan itu merupakan kunjungan pejabat pertama sejak perjalanan Perdana Menteri Ali al-Zaidi ke kerajaan tersebut dibatalkan setelah serangan pada 29 Juli.
"Irak akan tetap menjadi tetangga tercinta. Kami memiliki ikatan persaudaraan, solidaritas, dan saling mendukung dengan pemerintah serta rakyatnya yang bersaudara. Kerajaan akan selalu berdiri bersama Irak untuk mendukung keamanan, stabilitas, pembangunan, dan kemakmurannya, demi kepentingan Irak dan rakyatnya," tulis Khalid bin Salman dalam unggahan di X.
BACA JUGA:Drone Diluncurkan dari Wilayahnya ke Arab Saudi, PM Irak Berang, Perintahkan Penyelidikan
BACA JUGA:Fasilitas SIpil Diserang Arab Saudi, Houthi Siapkan Serangan Balasan
Dia menambahkan bahwa dirinya telah bertemu dengan Direktur Kantor Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak, Abdul Amir Al-Shammari. Keduanya, kata dia, "membahas hubungan Arab Saudi-Irak di sektor militer dan pertahanan" serta perkembangan situasi di Timur Tengah.
"Kami juga menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan antara kedua negara untuk melayani kepentingan bersama serta memastikan keamanan dan stabilitas kawasan," tulisnya.
Pertemuan tingkat tinggi pertama antara Arab Saudi dan Irak setelah serangan tersebut terjadi pekan lalu antara menteri luar negeri kedua negara di sela-sela pertemuan di ibu kota Yordania, Amman.
20 Orang Tewas di Irak
Serangan gabungan AS dan Arab Saudi di Irak menewaskan sedikitnya 20 anggota bekas aliansi paramiliter yang mencakup kelompok-kelompok pro-Iran.
BACA JUGA:Respons Arab Saudi, Houthi Blokade Laut
Amerika Serikat dan Arab Saudi mengatakan mereka menyerang milisi pro-Iran di Irak sebagai respons atas serangan drone dari Irak terhadap pasukan AS dan fasilitas minyak Saudi.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (29/7/2026), Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) mengatakan sedikitnya 20 petempur "tewas dan 32 lainnya terluka menurut penghitungan sementara". PMF merupakan aliansi bekas kelompok paramiliter dan faksi-faksi yang kini terintegrasi ke dalam angkatan bersenjata Irak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
