Banner Pemprov

Militer AS Tembakkan Rudal ke Kapal Kargo di Selat Hormuz

Militer AS Tembakkan Rudal ke Kapal Kargo di Selat Hormuz

Selat Hormuz. --

SUMEKS.CO - Militer Amerika Serikat (AS) yang memblokade pelabuhan Iran, menembak sebuah kapal kargo berbendera Panama. Helikopter militer AS menembakkan rudal ke ruang mesin kapal kargo yang mencoba menerobos blokade AS terhadap pelabuhan Iran.

Helikopter MH-60 Angkatan Laut AS menembak dan melumpuhkan kapal kargo M/V Vela Nova "setelah awak sipil kapal mengabaikan peringatan berulang kali dari pasukan Amerika," tulis Komando Pusat AS (CENTCOM) di media sosial X, dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/8/2026).

Militer AS menambahkan bahwa usai penembakan rudal pada hari Selasa (11/8) itu, kapal tersebut "tidak lagi transit ke Iran yang melanggar blokade AS."

BACA JUGA:IRGC Kendalikan Selat Hormuz, ini Syarat Membuka Kembali Bagi AS

BACA JUGA:Lintasi Jalur Tidak Aman, 2 Kapal Tanker Minyak Meledak di Selat Hormuz

Ini adalah kali ketiga Amerika Serikat, dalam perang selama berbulan-bulan melawan Iran, secara paksa menghentikan sebuah kapal sejak memberlakukan kembali blokade pelabuhan pada 14 Juli lalu.

CENTCOM mengatakan telah mengalihkan 55 kapal yang mencoba menerobos blokade dan menaiki dua kapal lainnya hingga Selasa (11/8) waktu setempat.

Pasukan AS sebelumnya memblokade pelabuhan Iran dari 13 April hingga 18 Juni, di mana mereka melumpuhkan sembilan kapal dan mengalihkan lebih dari 140 kapal, menurut CENTCOM.

Pemerintah Iran menuntut agar Amerika Serikat mengakhiri blokade pelabuhan sebagai bagian dari syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia. Penutupan selat tersebut oleh Iran telah menyebabkan lalu lintas pengiriman anjlok karena serangan Teheran terhadap kapal-kapal di daerah tersebut.

BACA JUGA:IRGC-Angkatan Laut AS Baku Tembak di Selat Hormuz

BACA JUGA:Panas di Selat Hormuz, Iran Rudal Kapal Tanker UEA, 1 Awak Tewas

Iran juga menuntut AS mencabut sanksi ekonomi, membebaskan aset Iran yang dibekukan, serta membayar kompensasi atas kerusakan akibat perang.

"Pihak AS harus menghentikan dan memperbaiki tindakannya yang ilegal dan merusak," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei. Ia menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya tuntutan-tuntutan tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (11/8) mengulangi klaimnya yang sering diucapkan bahwa Amerika Serikat telah mengambil alih jalur perairan vital tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: