Afganistan Tahan 2 Staf PBB, Kesalahan Belum Diungkap
Taliban.--
SUMEKS.CO - Badan Intelijen Afganistan menahan dua staf misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas di negara tersebut. PBB menyebut pihaknya belum diperbolehkan menemui kedua staf itu selama dua hari.
Dilansir AFP, Rabu (12/8/2026), Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mengonfirmasi kedua stafnya ditahan pejabat Direktorat Jenderal Intelijen (GDI) pada Ahad (9/8) di Herat, Afghanistan bagian barat.
"Kami mengonfirmasi bahwa dua staf laki-laki UNAMA asal Afghanistan ditahan oleh pejabat de facto Direktorat Jenderal Intelijen pada Minggu, 9 Agustus, di Herat," kata UNAMA dalam pernyataan kepada AFP.
UNAMA menyatakan pihaknya belum diberi tahu mengenai tuduhan yang dikenakan terhadap kedua staf tersebut. Mereka juga belum diizinkan untuk menemui keduanya.
BACA JUGA:Ini Cara Misi Palestina untuk PBB Rayakan Kemenangan Spanyol Atas Argentina di Piala Dunia 2026
"UNAMA belum diberi tahu mengenai tuduhan terhadap mereka, dan kami juga belum diizinkan untuk menemui mereka," lanjut pernyataan tersebut.
Pemerintah Afghanistan belum memberikan tanggapan ketika dimintai komentar AFP mengenai penahanan tersebut.
UNAMA mendesak otoritas Afghanistan memastikan aturan mengenai hak istimewa dan kekebalan PBB serta para pejabatnya tetap dipatuhi.
Sejumlah badan PBB masih beroperasi di Afghanistan dan menangani berbagai bidang, termasuk kesehatan serta bantuan kemanusiaan.
Penahanan dua staf UNAMA tersebut terjadi setelah misi PBB itu menerbitkan laporan pada pekan ini. Dalam laporan tersebut, UNAMA merekomendasikan otoritas Afghanistan memperjelas aturan mengenai penggunaan kekuatan, penangkapan, dan penahanan oleh institusi keamanan.
BACA JUGA:Pidato Prabowo Gegerkan PBB, Indonesia Siap Kirim 20.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza Palestina
UNAMA juga menyerukan penguatan mekanisme pertanggungjawaban di institusi-institusi tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
