Banner Pemprov

Adaptasi Perubahan Iklim Berbuah Prestasi, Program Mina Padi Kilang Plaju Raih Platinum ISRA 2026

Adaptasi Perubahan Iklim Berbuah Prestasi, Program Mina Padi Kilang Plaju Raih Platinum ISRA 2026

Adaptasi Perubahan Iklim Berbuah Prestasi, Program Mina Padi Kilang Plaju Raih Platinum ISRA 2026--

SURAKARTA, SUMEKS.COPerubahan iklim menjadi tantangan yang semakin nyata bagi sektor pertanian.

Ketidakpastian musim, banjir, kekeringan, hingga perubahan pola hidrologi membuat produktivitas lahan menurun dan berdampak pada kesejahteraan petani. 


Adaptasi Perubahan Iklim Berbuah Prestasi, Program Mina Padi Kilang Plaju Raih Platinum ISRA 2026--

Berangkat dari tantangan tersebut, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju menghadirkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Mina Padi (Pengembangan Pertanian Mandiri Tanggap dan Adaptif Perubahan Iklim).

sebagai upaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan petani dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim. 

Atas dampak nyata yang dihasilkan, program tersebut meraih Penghargaan Platinum pada kategori Economic Empowerment dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 pada Kamis 6 Agustus.

Program Mina Padi telah dijalankan sejak tahun 2022 di Desa Sungai Rebo, Kabupaten Banyuasin, dengan melibatkan kelompok tani dan masyarakat yang mengelola lahan rawa lebak pasang surut. 

BACA JUGA:Bangun Kolaborasi Strategis, Kemenkum Sumsel Ajak Pertamina RU III Percepat Legalitas UMKM Binaan

BACA JUGA:Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Selasa 4 Agustus 2026, Pertamax hingga Pertamax Turbo Kompak Turun

Program ini dirancang untuk meningkatkan resiliensi petani melalui diversifikasi usaha pertanian, penerapan praktik pertanian ramah lingkungan, serta penguatan kapasitas masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perubahan musim dan kondisi hidrologi yang terus berubah.

Melalui pendekatan Tani Mandiri, Kilang Plaju mendorong masyarakat agar tidak lagi bergantung pada satu sumber penghasilan dari panen padi. 

Program ini menghadirkan diversifikasi usaha melalui budidaya ikan, peternakan bebek, hilirisasi hasil pertanian, hingga pertanian polikultur. 

Hasilnya, biaya penggilingan gabah berhasil ditekan dari Rp722.000 menjadi Rp120.000 per ton gabah, sekaligus membuka berbagai sumber pendapatan baru bagi masyarakat. 

BACA JUGA:Harga BBM Pertamina Resmi Berlaku 1 Agustus 2026, Ini Daftar Seluruh Indonesia, Sumsel Masih Pertamax Rp16.300

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait