Banner Pemprov

Mitsubishi Fuso-Kementerian ESDM Gelar Talkshow Bedah Roadmap B50

Mitsubishi Fuso-Kementerian ESDM Gelar Talkshow Bedah Roadmap B50

Bedah Road Map implementasi B50. Foto: Istimewa--

TANGERANG, SUMEKS.CO - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, selaku distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan talkshow interaktif bertajuk "Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampak Pada Industri Otomotif Indonesia". Forum ini dihadiri oleh para pelaku industri kendaraan komersial, pengusaha armada truk, serta asosiasi logistik nasional.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian ESDM menegaskan bahwa kebijakan perluasan penggunaan Bahann Bakar Nabati (BBN) berbasis kelapa sawit hingga 50% atau B50 merupakan pilar strategis dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Indonesia bahkan diakui sebagai negara pionir di dunia yang secara berani dan masif menerapkan campiran biodiesel 50 persen untuk sektor transportasi.

Koordinator Pokja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo mengatakan bahwa proses pengujian teknis serta kesiapan infstrukstur pengujian B50 untuk kendaraan komersial telah melewati serangkaian uji coba cukup panjang. B50 tidak serta merta didistribusikan sebelum bahan bakar terbarukan ini benar-benar cocok untuk kendaraan masa kini.

BACA JUGA:Mitsubishi Eclipse Sportback EV Resmi Bisa Pakai Tesla Supercharger, Isi Baterai 80 Persen Cuma 35 Menit

BACA JUGA:SUV Andalan Mitsubishi di 2026: Pajero Sport Tawarkan Fitur Lengkap dan Harga Kompetitif

"Motivasi utama dari perjalanan panjang implementasi B50 ini adalah ketahanan energi agar Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri. Formulasi B50 ini tidak diputuskan seketika, melainkan melalui perjalanan panjang sejak B25 pada 2008 hingga uji jalan (road test) sejauh 40.000 kilometer untuk kendaraan di atas 3,5 ton,” papar Cahyo.

“Setelah uji jalan, komponen mesin, fuel line, hingga fuel filter dibuka dan dianalisis bersama para ahli teknis pabrikan. Kenaikan persentase biodiesel ini juga terus diimbangi dengan peningkatan kualitas B100 (FAME) serta pengawasan ketat BBM di lapangan," terang Cahyo.

Mitsubishi Fuso sebagai pemimpin pasar kendaraan niaga Tanah Air menegaskan kesiapannya dalam mendukung transisi energi hijau yang dikembangkan oleh pemerintah ini melalui penyesuaian teknologi dan dukungan purna jual (aftersales) bagi para penggunanya.

BACA JUGA:Adu Tangguh di Tambang! Toyota Hilux vs Mitsubishi Triton 2026, Mana Lebih Kuat?

BACA JUGA:Mitsubishi Destinator: SUV Keluarga yang Menawarkan Paket Lengkap, Desain Menarik, Mesin Bertenaga

Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, mengungkapkan bahwa pabrikan berkomitmen penuh pada industri ini. Fuso mengonfirmasi partisipasi aktif lini produknya sejak tahap pengujian awal B50 dilakukan bersama pemerintah, yakni dengan melibatkan Canter dan Fighter X yang sudah mengadopsi teknologi Euro 4.

"Kami di industri otomotif berkomitmen penuh mendukung program pemerintah. Salah satu varian kami, Mitsubishi Fuso Canter, terlibat langsung dalam uji jalan B50 sejauh 40.000 kilometer dan hasilnya berjalan lancar tanpa dampak negatif signifikanpada kendaraan,” jelas Aji Jaya.

“Sejak April 2022, seluruh lini produk kami, baik Canter maupun Fighter X, sudah mengadopsi teknologi Euro 4. Melalui jaringan 223 dealer kami di Indonesia serta sarana edukasi publik seperti di booth GIIAS. Kami juga gencar mensosialisasikan langkah preventive maintenance bagi mekanik dan konsumen demi mengusung komitmen Zero Downtime agar armada konsumen tetap beroperasi maksimal," terangnya.

BACA JUGA:Mitsubishi Tawarkan Pajero Sport 2026 Sesuai Kebutuhan, Cek Harga dan Variannya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: