Banner Pemprov

Awal Agustus 2026, Palembang Dilanda Cuaca Terik! BMKG Ingatkan Warga Waspada Karhutla dan Dehidrasi

Awal Agustus 2026, Palembang Dilanda Cuaca Terik! BMKG Ingatkan Warga Waspada Karhutla dan Dehidrasi

Ilustrasi cuaca terik di siang hari diprediksi masih melanda wilayah kota Palembang dan sekitarnya --Doc Sumeks.co

SUMEKS.CO,- Memasuki awal Agustus 2026, warga Kota Palembang diperkirakan akan menghadapi cuaca yang didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan intensitas sinar matahari yang cukup tinggi. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan suhu udara pada siang hari dapat mencapai kisaran 34 hingga 35 derajat Celsius, sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Senin 3 Agustus 2026, kondisi atmosfer pada awal Agustus menunjukkan musim kemarau masih berlangsung di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kota Palembang.

Curah hujan diperkirakan relatif rendah sehingga cuaca panas akan lebih sering dirasakan, terutama pada rentang waktu pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

BACA JUGA:5 Cara Aman Mencegah Tangki Bensin Motor Cepat Menguap Saat Cuaca Terik, Jangan Sepelekan Kebiasaan Parkir

BACA JUGA:4 Rekomendasi Vitamin B Complex untuk Menjaga Stamina Tubuh Tetap Fit Saat Beraktivitas di Cuaca Panas

Selain menyebabkan suhu udara terasa lebih menyengat, kondisi tersebut juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

BMKG mengingatkan, bahwa bulan Agustus merupakan salah satu periode puncak musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko munculnya titik-titik api di berbagai daerah.


Cuaca Terasa Makin Panas dan Gerah, BMKG Ungkap Penyebabnya: Musim Kemarau Mulai Capai Puncak, Waspadai Hujan Lokal--

Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan.

Aktivitas pembakaran di tengah kondisi cuaca kering berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terlebih jika disertai embusan angin yang cukup kencang.

Ancaman Karhutla bukan hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas transportasi, hingga perekonomian.

Oleh sebab itu, pencegahan sejak dini menjadi langkah paling efektif untuk meminimalkan risiko tersebut.

BACA JUGA:5 Cara Aman Mencegah Tangki Bensin Motor Cepat Menguap Saat Cuaca Terik, Jangan Sepelekan Kebiasaan Parkir

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait